ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN MELALUI INTERVENSI PIJAT REFLEKSI KAKI DAN AKUPRESUR PADA KLIEN DEWASA DENGAN DIAGNOSAMEDIS HIPERTENSI DI RS GRHA PERMATAIBU

APRIANTI, RENI DWI (2026) ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN MELALUI INTERVENSI PIJAT REFLEKSI KAKI DAN AKUPRESUR PADA KLIEN DEWASA DENGAN DIAGNOSAMEDIS HIPERTENSI DI RS GRHA PERMATAIBU. Diploma thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (348kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (923kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (379kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf

Download (339kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (331kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (2MB)

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan “the silent killer” yang prevalensinya terus meningkat, termasuk di Kota Depok. Penanganan non farmakologis melalui terapi
komplementer seperti pijat refleksi kaki dan akupresur menjadi salah satu alternatif untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi.
Tujuan: Karya ilmiah ini bertujuan untuk menganalisis asuhan keperawatan
melalui intervensi pijat refleksi kaki dan akupresur dalam menurunkan tekanan darah pada klien dewasa dengan diagnosa medis hipertensi di RS Grha Permata Ibu. Metode: Desain karya ilmiah ini adalah studi kasus asuhan keperawatan pada dua orang pasien kelolaan dengan diagnosa utama nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisiologis. Intervensi dilakukan selama 3 hari dengan durasi 20–30 menit per sesi. Instrumen yang digunakan meliputi sphygmomanometer, minyak urut dan lembar observasi tekanan darah.
Hasil: Setelah diberikan intervensi selama 3 hari, kedua pasien menunjukka n
penurunan tekanan darah. Pijat refleksi kaki menunjukkan penurunan tekanan darah sistolik rata-rata 4–5 mmHg dan diastolik 3–6 mmHg. Sementara itu, terapi akupresur menunjukkan penurunan tekanan darah sistolik berkisar 1–3 mmHg dan diastolik 2-7 mmHg. Pasien juga melaporkan peningkatan relaksasi dan kualitas tidur setelah terapi.
Kesimpulan: Terapi pijat refleksi kaki dan akupresur sama-sama efektif dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Namun, berdasarkan hasil asuhan keperawatan ini, pijat refleksi kaki memberikan pengaruh penurunan tekanan darah yang lebih signifikan dibandingkan dengan akupresur pada kasus yang dikelola.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RT Nursing
Divisions: Skripsi > Fakultas Ilmu Kesehatan > Program Studi Pendidikan Profesi Ners
Depositing User: Fitria Nur Indah Hasanah
Date Deposited: 01 Jul 2026 10:36
Last Modified: 01 Jul 2026 10:36
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/16810

Actions (login required)

View Item View Item