ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN MELALUI INTERVENSI BRISK WALKING PADA KELUARGA DENGAN DIAGNOSA MEDIS DIABETES MELLITUS DI KELURAHAN KEBAGUSAN JAKARTA SELATAN

SELVIANA, ERLIS (2026) ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN MELALUI INTERVENSI BRISK WALKING PADA KELUARGA DENGAN DIAGNOSA MEDIS DIABETES MELLITUS DI KELURAHAN KEBAGUSAN JAKARTA SELATAN. Diploma thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of BAB 1.pdf] Text
BAB 1.pdf

Download (517kB)
[thumbnail of BAB 2.pdf] Text
BAB 2.pdf

Download (905kB)
[thumbnail of BAB 3.pdf] Text
BAB 3.pdf

Download (659kB)
[thumbnail of BAB 4.pdf] Text
BAB 4.pdf

Download (489kB)
[thumbnail of BAB 5.pdf] Text
BAB 5.pdf

Download (452kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (3MB)

Abstract

Latar Belakang : Diabetes Mellitus (DM) merupakan gangguan metabolik yang
bersifat heterogen dan ditandai dengan terjadinya hiperglikemia akibat gangguan
pada produksi insulin, sekresi insulin yang tidak adekuat, atau kombinasi dari
keduanya. Aktifitas fisik berupa brisk walking merupakan latihan aerobik ringan
yang mudah diterapkan dan efektif membantu mengendalikan kadar glukosa darah.
Tujuan : Menganalisis asuhan keperawatan melalui intervensi brisk walking pada
keluarga dengan diagnosa medis Diabetes Mellitus di Kelurahan Kebagusan Jakarta
Selatan .
Implementasi : Tindakan keperawatan pada kedua keluarga 1 dilakukan pada
tanggal 10 – 14 November 2025, keluarga ke dua 24-27 Desember 2025.
Implementasi pada diagnosa manajemen kesehatan keluarga tidak efektif dengan
dilakukannya intervensi brisk walking untuk menurunkan kadar gula darah pada
kedua keluarga selama 3 kali dalam 1 minggu selama 30 menit.
Hasil : Hasil evaluasi keperawatan menunjukkan bahwa setelah dilakukan
intervensi brisk walking selama 3 kali dengan intensitas sedang selama ±30 menit,
didapatkan hasil penurunan gula darah pada keluarga Tn M yaitu dari 274 mg/dL
menjadi 95 mg/dL.Gula darah pada keluarga Tn.B juga mengalami penurunan yaitu
dari 327 mg/dL menjadi 207 mg/dL
Simpulan dan Saran : Penatalaksanaan terapi non-farmakologis seperti brisk
walking bagi penderita diabetes mellitus terbukti menurunkan kadar gula darah.
Intervensi birsk walking yang dilakukan selama 3 kali dalam 1 minggu selama 30
menit. Bagi keluarga penderita diabetes mellitus dapat mendukung implementasi
brisk walking secara teratur sebagai upaya mengendalikan kadar gula darah.
Perawat dan keluarga perlu memperhatikan penggunaan insulin pada saat
melakukan birsk walkin untuk menghindari terjadinya hipoglikemi.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RT Nursing
Divisions: Skripsi > Fakultas Ilmu Kesehatan > Program Studi Pendidikan Profesi Ners
Depositing User: Irna Irna Yunita
Date Deposited: 30 Jun 2026 09:38
Last Modified: 30 Jun 2026 09:38
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/16759

Actions (login required)

View Item View Item