ASUHAN KEBIDANAN BERKESINAMBUNGAN PADA NY. R DI TPMB BDN. AI SURYATI, S.KEB WANGUNSARI LEMBANG KABUPATEN BANDUNG BARAT JAWA BARAT 2025

Ariansyah, Yuli Nur (2026) ASUHAN KEBIDANAN BERKESINAMBUNGAN PADA NY. R DI TPMB BDN. AI SURYATI, S.KEB WANGUNSARI LEMBANG KABUPATEN BANDUNG BARAT JAWA BARAT 2025. Diploma thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (402kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (827kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf

Download (373kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (266kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (2MB)

Abstract

Asuhan kebidanan berkesinambungan atau Continuity of Midwifery Care (COMC) telah diberikan kepada Ny. R, G1P0A0 usia kehamilan 39 minggu, mulai dari evaluasi masa kehamilan, asuhan persalinan, nifas, hingga perawatan bayi baru lahir. Selama evaluasi kehamilan trimester I, ibu mengeluh mual dan pusing yang merupakan keluhan fisiologis akibat peningkatan hormon hCG dan estrogen. Melalui edukasi gizi, istirahat cukup, dan dukungan keluarga, keluhan tersebut dapat diatasi dengan baik. Pemantauan kehamilan dilakukan secara teratur untuk menilai perkembangan janin, kesejahteraan ibu, serta kesiapan menghadapi persalinan. Pada masa persalinan, ibu memasuki kala I fase aktif dengan keluhan nyeri sedang hingga berat. Untuk membantu mengurangi nyeri dan memperlancar proses persalinan, dilakukan akupresur pada titik SP6 (Sanyinjiao) selama fase aktif. Hasilnya menunjukkan penurunan intensitas nyeri dan peningkatan relaksasi ibu, sehingga pembukaan serviks berlangsung lebih cepat dan proses persalinan berjalan fisiologis. Setelah melahirkan, pada masa nifas, dilakukan pijat oksitosin untuk merangsang pengeluaran hormon oksitosin yang membantu kontraksi uterus serta memperlancar pengeluaran ASI. Ibu menunjukkan respons positif, ASI keluar dengan lancar, dan tidak ditemukan tanda-tanda komplikasi. Pada bayi baru lahir, dilakukan pijat wajah bayi untuk menstimulasi refleks menyusui. Bayi tampak lebih aktif dalam mencari puting dan mengisap dengan kuat. Selain itu, dilakukan pemantauan tanda-tanda vital bayi, pemberian ASI eksklusif, dan edukasi kepada ibu tentang perawatan tali pusat serta kebersihan bayi. Secara keseluruhan, penerapan Continuity of Midwifery Care pada Ny. R berjalan dengan baik dan sesuai dengan standar pelayanan kebidanan. Intervensi nonfarmakologis seperti akupresur SP6, pijat oksitosin, dan pijat wajah bayi terbukti efektif dalam meningkatkan kenyamanan ibu, memperlancar proses laktasi, serta mendukung keberhasilan menyusui dan tumbuh kembang bayi. Asuhan kebidanan yang diberikan menunjukkan bahwa tujuan umum dan khusus COMC tercapai, yaitu meningkatkan kesehatan, kesejahteraan, serta hubungan emosional antara ibu dan bayi melalui pelayanan yang holistik, aman, dan berkesinambungan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RG Gynecology and obstetrics
Divisions: Skripsi > Fakultas Ilmu Kesehatan > Program Studi Pendidikan Profesi Bidan
Depositing User: Irna Irna Yunita
Date Deposited: 24 Jun 2026 03:32
Last Modified: 24 Jun 2026 03:32
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/16677

Actions (login required)

View Item View Item