ASUHAN KEBIDANAN BERKESINAMBUNGAN PADA NY. N DENGAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI PUSKESMAS KECAMATAN CENGKARENG JAKARTA BARAT

Azzahra, Almanda Fatimah (2026) ASUHAN KEBIDANAN BERKESINAMBUNGAN PADA NY. N DENGAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI PUSKESMAS KECAMATAN CENGKARENG JAKARTA BARAT. Diploma thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of Cover.pdf] Text
Cover.pdf

Download (872kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (263kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (755kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (654kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf

Download (399kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (201kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (4MB)

Abstract

Latar Belakang : Asuhan kebidanan berkesinambungan (Continuity of Midwifery Care/CoMC) merupakan pelayanan komprehensif untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi serta menurunkan AKI dan AKB, namun risiko seperti bayi berat badan lahir rendah masih memerlukan pemantauan berkelanjutan. Tujuan: asuhan ini adalah memberikan pelayanan kebidanan yang komprehensif dan berkesinambungan, meliputi persalinan, masa nifas, bayi baru lahir, hingga keluarga berencana, untuk mencegah komplikasi dan meningkatkan kualitas kesehatan ibu serta bayi. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan studi
kasus dengan penerapan standar Asuhan Persalinan Normal (APN), pemantauan nifas dan neonatal, serta asuhan komplementer. Hasil: Asuhan kehamilan
dilakukan 9 kali (TM I:1, TM II:3, TM III:5) dengan status imunisasi T3. Keluhan
pada TM II berupa pengeluaran darah ringan pasca berhubungan, dan TM III berupa heartburn, kesemutan, serta bengkak pada ekstremitas. selama kunjungan ANC, ibu mendapatkan asuhan antenatal terpadu 12. Persalinan berlangsung secara fisiologis pada usia kehamilan 38 minggu 4 hari. Proses persalinan berjalan dengan kala I selama 6 jam, kala II selama 35 menit, kala III pengeluaran plasenta selama 5 menit, serta kala IV dilakukan pemantauan selama 2 jam tanpa adanya penyulit. Nyeri yang dirasakan ibu terutama pada kala II dapat dikendalikan melalui penerapan teknik relaksasi napas dalam. Selama persalinan, diterapkan teknik relaksasi napas dalam untuk mengelola nyeri dan meningkatkan kenyamanan ibu. Bayi lahir dengan berat 2.375 gram (BBLR). Penatalaksanaan BBLR difokuskan pada pencegahan hipotermia dan pemberian ASI eksklusif intensif. Pada KN 2, terjadi penurunan berat badan fisiologis menjadi 2.250 gram, namun meningkat kembali pada KN 3 setelah diberikan ASI on demand. Pada KF 2 ditemukan produksi ASI ibu masih sedikit, sehingga dilakukan intervensi pijat oksitosin untuk membantu meningkatkan pengeluaran ASI. Kesimpulan: Penerapan Continuity of Midwifery Care pada Ny. N mampu memberikan asuhan kebidanan yang optimal, mendukung persalinan fisiologis, serta berkontribusi terhadap perbaikan kondisi bayi BBLR melalui pemberian ASI on demand dan intervensi pijat oksitosin.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RG Gynecology and obstetrics
Divisions: Skripsi > Fakultas Ilmu Kesehatan > Program Studi Pendidikan Profesi Bidan
Depositing User: Irna Irna Yunita
Date Deposited: 23 Jun 2026 10:23
Last Modified: 23 Jun 2026 10:23
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/16668

Actions (login required)

View Item View Item