PERANAN PUBLIC RELATIONS STARBUCKS DALAM KOMUNIKASI KRISIS ISU BOIKOT

PUTRI, SHAFA KAYLA (2026) PERANAN PUBLIC RELATIONS STARBUCKS DALAM KOMUNIKASI KRISIS ISU BOIKOT. Diploma thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of BAB 1.pdf] Text
BAB 1.pdf

Download (358kB)
[thumbnail of BAB 2.pdf] Text
BAB 2.pdf

Download (506kB)
[thumbnail of BAB 3.pdf] Text
BAB 3.pdf

Download (353kB)
[thumbnail of BAB 4.pdf] Text
BAB 4.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of BAB 5.pdf] Text
BAB 5.pdf

Download (339kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (1MB)

Abstract

Di era keterbukaan informasi dan meningkatnya kesadaran sosial, isu-isu global dengan cepat menyebar dan memengaruhi persepsi publik terhadap suatu merek. Salah satu dampak nyata dari dinamika ini adalah gerakan boikot terhadap merek-merek multinasional yang dianggap berafiliasi atau mendukung pihak tertentu dalam konflik global. Starbucks menjadi salah satu perusahaan yang terdampak oleh isu boikot tersebut, khususnya di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis peran dan strategi Public Relations dalam mengelola isu boikot yang dialami oleh Starbucks. Penelitian ini menggunakan teori Situational Crisis Communication Theory (SCCT) yaitu kerangka kerja teori yang dikembangkan oleh W. Timothy Coombs. Teori ini menyatakan bahwa hubungan yang ideal antara organisasi dan publik adalah hubungan dialogis, terbuka, dan setara, di mana kedua belah pihak dapat saling memengaruhi. Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah metode kualitatif dengan wawancara sebagai teknik utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isu boikot berdampak signifikan terhadap citra dan kinerja operasional Starbucks, yang ditandai dengan penurunan kunjungan konsumen, perubahan sikap pelanggan, serta meningkatnya sentimen negatif di media sosial. Dalam menghadapi krisis tersebut, Public Relations Starbucks berperan aktif dalam melakukan pemantauan isu, penyampaian klarifikasi, serta membangun komunikasi yang bersifat defensif dan informatif. Strategi komunikasi yang diterapkan cenderung mengarah pada strategi diminishing dan bolstering, dengan menekankan klarifikasi posisi perusahaan serta penguatan nilai-nilai netralitas dan komitmen kemanusiaan. Namun demikian, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa efektivitas strategi komunikasi krisis Starbucks belum sepenuhnya mampu meredam persepsi negatif publik, terutama pada kelompok konsumen yang memiliki keterikatan emosional dan ideologis terhadap isu kemanusiaan. Persepsi konsumen terhadap strategi Public Relations Starbucks cenderung terbagi, di mana sebagian memahami upaya klarifikasi perusahaan, sementara sebagian lainnya tetap mempertahankan sikap boikot. Temuan ini menunjukkan bahwa komunikasi krisis yang bersifat satu arah dan kurang dialogis membatasi keberhasilan pemulihan citra perusahaan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Boikot, Starbucks, Peranan Public Relations, Teori Komunikasi Krisis Situasional
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
L Education > L Education (General)
Divisions: Skripsi > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Komunikasi
Depositing User: Fitria Nur Indah Hasanah
Date Deposited: 23 Jun 2026 04:42
Last Modified: 23 Jun 2026 04:42
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/16637

Actions (login required)

View Item View Item