ZETIRA, RIHMAH RIFDAH (2026) EKSPEKTASI DAN INDEPENDENSI DALAM RELASI KOMUNIKASI ANAK TUNGGAL VS NON - TUNGGAL DENGAN ORANGTUA. Diploma thesis, Universitas Nasional.
|
Text
COVER.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf Download (408kB) |
|
|
Text
BAB 2.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB 3.pdf Download (416kB) |
|
|
Text
BAB 4.pdf Download (526kB) |
|
|
Text
BAB 5.pdf Download (320kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Download (955kB) |
Abstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Ekspektasi dan independensi dalam relasi komunikasi anak tunggal vs non-tunggal dengan orangtua, serta bagaimana relasi tersebut membentuk persepsi mengenai ekspektasi dan independensi. Latar belakang penelitian ini adalah adanya relasi komunikasi antara orang tua dan anak tidak pernah lepas dari ketegangan dialektis, khususnya tarik-menarik antara pemenuhan ekspektasi orang tua (keterikatan) dan keinginan anak untuk mandiri (independensi/otonomi). Dinamika ini menjadi unik ketika ditinjau dari struktur keluarga, di mana anak tunggal menerima fokus pengasuhan yang terpusat, sementara anak non-tunggal tumbuh dalam lingkungan dengan perhatian yang terbagi. Perbedaan struktur ini diasumsikan menciptakan pola komunikasi dan negosiasi yang berbeda dalam merespons tuntutan orang tua. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam (in-depth interview) kepada informan yang merepresentasikan kedua kategori anak tersebut beserta orang tua mereka. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini meliputi Teori Komunikasi Interpersonal untuk proses komunikasi antara anak dan orang tua serta Teori Dialektika Relasional (Relational Dialectics Theory) untuk menganalisis tarikan antara otonomi dan koneksi (kemandirian vs keterikatan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan dalam relasi komunikasi kedua kelompok. Pada anak tunggal, komunikasi cenderung berjalan lebih intensif dengan orientasi percakapan yang tinggi, namun diiringi dengan tekanan ekspektasi keberhasilan yang terpusat, sehingga independensi sering kali dinegosiasikan dengan rasa bersalah atau tanggung jawab penuh. Sebaliknya, pada anak non-tunggal, ekspektasi orang tua cenderung terdistribusi di antara saudara-saudara, dan independensi terbentuk melalui mekanisme kompetisi atau pembagian peran dalam keluarga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa struktur keluarga menjadi unsur penting dalam menentukan gaya komunikasi dan tingkat independensi anak serta relasinya dengan orangtua.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Komunikasi Keluarga, Anak Tunggal, Anak Non-Tunggal, Ekspektasi Orang Tua, Independensi, Kualitatif Deskriptif |
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Skripsi > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Komunikasi |
| Depositing User: | Fitria Nur Indah Hasanah |
| Date Deposited: | 23 Jun 2026 04:05 |
| Last Modified: | 23 Jun 2026 04:05 |
| URI: | https://repository.unas.ac.id/id/eprint/16627 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
