ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN MELALUI INTERVENSI WATER TEPID SPONGE PADA ANAK DENGAN DIAGNOSIS FEBRIS DI PUSKESMAS PALMERAH JAKARTA BARAT

ARIFRIYANTO, HANDRI (2026) ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN MELALUI INTERVENSI WATER TEPID SPONGE PADA ANAK DENGAN DIAGNOSIS FEBRIS DI PUSKESMAS PALMERAH JAKARTA BARAT. Diploma thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of COVER (1) (2).pdf] Text
COVER (1) (2).pdf

Download (7MB)
[thumbnail of BAB 1.pdf] Text
BAB 1.pdf

Download (341kB)
[thumbnail of BAB 2.pdf] Text
BAB 2.pdf

Download (429kB)
[thumbnail of BAB 3.pdf] Text
BAB 3.pdf

Download (394kB)
[thumbnail of BAB 4.pdf] Text
BAB 4.pdf

Download (306kB)
[thumbnail of BAB 5.pdf] Text
BAB 5.pdf

Download (286kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (1MB)

Abstract

sebagai respons fisiologis terhadap proses infeksi dan sering ditemukan pada anak.
Apabila tidak ditangani dengan tepat, febris dapat menimbulkan ketidaknyamanan
hingga komplikasi seperti dehidrasi dan kejang demam. Salah satu intervensi
keperawatan nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk mengatasi hipertermia
pada anak adalah water tepid sponge , yang bekerja melalui mekanisme pelepasan
panas secara bertahap dan aman.
Tujuan: Karya Ilmiah Akhir Ners ini bertujuan untuk menganalisis asuhan
keperawatan melalui penerapan intervensi water tepid sponge pada klien anak
dengan diagnosis febris di Puskesmas Palmerah Jakarta Barat.
Implementasi: Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan
asuhan keperawatan pada dua klien anak dengan diagnosis febris, yaitu An. A (
2tahun 8 bulan) dan An. S. (3 tahun 2 bulan) Asuhan keperawatan dilakukan melalui
tahapan pengkajian, penetapan diagnosis keperawatan hipertermia, perencanaan,
pelaksanaan, dan evaluasi. Intervensi utama yang diterapkan adalah water tepid
sponge selama tiga hari sesuai kondisi klinis klien.
Hasil:
Hasil penerapan asuhan keperawatan menunjukkan adanya penurunan suhu tubuh
secara bertahap selama tiga hari pada kedua klien anak. Pada An. A, suhu tubuh
menurun dari 38,8°C pada hari pertama menjadi 36,9°C pada hari ketiga, sedangkan
pada An. S terjadi penurunan suhu dari 38,2°C menjadi 36,9°C setelah tiga hari
pemantauan dan intervensi. Selain penurunan suhu tubuh, anak tampak lebih
nyaman, tidak rewel, dan aktivitas meningkat. Hasil ini menunjukkan bahwa
intervensi water tepid sponge sebagai tindakan keperawatan nonfarmakologis dapat
mengatasi hipertermia pada anak dengan febris. Intervensi ini disarankan bisa
menjadi bagian dari standar asuhan keperawatan anak dan edukasi orang tua
mengenai pemantauan suhu tubuh serta tanda bahaya demam di rumah.
Latar Belakang: Febris merupakan kondisi peningkatan suhu tubuh di atas normal

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RJ Pediatrics
R Medicine > RT Nursing
Divisions: Skripsi > Fakultas Ilmu Kesehatan > Program Studi Pendidikan Profesi Ners
Depositing User: Fitria Nur Indah Hasanah
Date Deposited: 23 Jun 2026 03:56
Last Modified: 23 Jun 2026 03:56
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/16623

Actions (login required)

View Item View Item