Kontrol Tubuh dan Diskriminasi Gender di Tempat Kerja (Studi Kasus Terhadap Pekerja Perempuan di PT X)

Nabila, Salsa (2026) Kontrol Tubuh dan Diskriminasi Gender di Tempat Kerja (Studi Kasus Terhadap Pekerja Perempuan di PT X). Diploma thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (958kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (472kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (484kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (504kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf

Download (915kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (375kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (1MB)

Abstract

Tubuh perempuan telah lama menjadi objek politisasi dan kontrol dalam
berbagai sistem sosial dan budaya, tak terkecuali dalam dunia kerja. Dalam
bidang percetakan masih didominasi oleh laki-laki baik dari jumlah pekerja
maupun jabatan trategis yang dikuasain oleh laki-laki. Tujuan penelitian ini
adalah mengungkap mekanisme kontrol dan bentuk-bentuk diskriminasi serta
implikasinya terhadap kesejahteraan perempuan. Teori yang dijadikan landasan
dalam penelitian ini adalah teori kekuasaan Michel Foucault yang berfokus pada
politasasi tubuh perempuan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan
pendekatan studi kasus. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya bentuk
kontrol tubuh dan diskriminasi pekerja perempuan di PT X. Kontrol tubuh melalui
CCTV (panoptikon digital), grup WhatsApp (kontrol jaringan komunikasi) dan
pelapor pelanggaran sesama pekerja (panoptisisme sosial). Semua media kontrol
tersebut akhirnya membentuk standarisassi penampilan (dari tatanan rambut,
makeup, seragam, bawahan (celana atau rok), alas kaki hingga perilaku (tata cara
bahasa dan gestur tubuh). Kemudian adanya pembagian kerja yang diskriminatif
terhadap pekerja perempuan. Bentuk diskriminasi yang dialami pekerja
perempuan yaitu marginalisasi, subordinasi, stereotip gender, beban ganda dan
kekerasan. Dalam penelitian ini PT X berhasil membuat pekerjanya menjadi
tubuh-tubuh yang patuh (docile bodies). Kekuasaan bukan sebagai sesuatu
represif saja, tetapi juga sebagai sesuatu yang menghasilkan subjek pekerja yang
produktif namun kehilangan otonomi atas tubuhnya sendiri. Namun ternyata
tubuh pekerja perempuan lebih docile dibandingkan laki-laki. Tubuh perempuan
mengalami pendisiplinan yang lebih kompleks. Selain harus mematuhi jam kerja
dan target (seperti pekerja laki-laki), perempuan juga dipaksa untuk menyesuaikan
diri dengan standar penampilan dan batasan peran gender yang dibenarkan
melalui wacana biologis dan citra perusahaan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor
H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman
Divisions: Skripsi > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Sosiologi
Depositing User: Delvy Aplirizani -
Date Deposited: 22 Jun 2026 02:56
Last Modified: 22 Jun 2026 02:56
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/16600

Actions (login required)

View Item View Item