#KABURAJADULU SEBAGAI BENTUK RESISTENSI POLITIK SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP MASA DEPAN INDONESIA

Achmad, Rafie Ardiansyah (2026) #KABURAJADULU SEBAGAI BENTUK RESISTENSI POLITIK SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP MASA DEPAN INDONESIA. Diploma thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (778kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (331kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (400kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (269kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf

Download (729kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (261kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena tagar #KaburAjaDulu
sebagai bentuk resistensi politik generasi muda di ruang digital serta implikasinya
terhadap masa depan sosial-ekonomi dan demokrasi Indonesia. Kemunculan tagar
ini pada tahun 2025 tidak dapat dipahami sekadar sebagai tren viral, melainkan
sebagai ekspresi kolektif atas keresahan terhadap tingginya pengangguran terdidik,
ketidakpastian pasar kerja, mahalnya biaya pendidikan, serta persepsi terhadap
kebijakan negara yang dinilai kurang responsif. Dalam konteks tersebut, “kabur”
dimaknai bukan hanya sebagai mobilitas fisik, tetapi juga sebagai simbol penarikan
diri dari kontrak sosial yang dianggap melemah. Secara teoretis, penelitian ini
menggunakan perspektif resistensi sehari-hari James C. Scott, teori migrasi push–
pull Everett S. Lee, serta kerangka exit, voice, loyalty dari Albert O. Hirschman
untuk menjelaskan pergeseran respons generasi muda dari voice menuju exit.
Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus, melalui
analisis konten media sosial, studi dokumentasi, dan wawancara semi-terstruktur
dengan pengguna tagar dan pengamat kebijakan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa #KaburAjaDulu berfungsi sebagai repertoar
resistensi digital berbasis humor, satire, dan solidaritas daring yang
merepresentasikan frustrasi struktural sekaligus rasionalitas migrasi. Fenomena ini
berpotensi memperkuat tren brain drain dan mengurangi partisipasi politik dalam
negeri, namun juga membuka kemungkinan terbentuknya jaringan diaspora
transnasional yang dapat berkontribusi bagi Indonesia apabila dikelola secara
strategis. Dengan demikian, tagar ini menjadi indikator penting mengenai tingkat
kepercayaan generasi muda terhadap negara dan arah keberlanjutan demokrasi di
era digital.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
J Political Science > JA Political science (General)
Divisions: Skripsi > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Politik
Depositing User: Delvy Aplirizani -
Date Deposited: 18 Jun 2026 08:33
Last Modified: 18 Jun 2026 08:33
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/16588

Actions (login required)

View Item View Item