Rifky, Muhammad (2026) MAKNA CARPE DIEM DALAM FILM DEAD POETS SOCIETY (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES). Diploma thesis, Universitas Nasional.
|
Text
Cover...pdf Download (769kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (363kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (381kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (562kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Download (675kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (527kB) |
|
|
Text
Lampiran.pdf Download (483kB) |
Abstract
Dalam era globalisasi dan disrupsi informasi, media massa terutama film memiliki peran penting sebagai medium komunikasi yang menyampaikan nilai, ideologi, dan pandangan hidup melalui bahasa visual, narasi, dan simbol. Konsep Carpe Diem dalam film Dead Poets Society tidak hanya menghadirkan ajakan untuk “memetik hari”, tetapi juga menampilkan dinamika makna melalui relasi antara guru, siswa, dan institusi sekolah.
Penelitian terdahulu umumnya menempatkan film ini sebagai representasi nilai pendidikan atau hanya menganalisis makna visual melalui semiotika. Oleh karena itu, penelitian ini menghadirkan kebaruan dengan melihat konstruksi makna Carpe Diem dari perspektif komunikasi yang bertujuan untuk mengungkap bagaimana makna tersebut dikonstruksi dalam film.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis semiotika yang dikembangkan oleh Roland Barthes untuk menelaah makna denotasi, konotasi, dan mitos. Analisis dilakukan terhadap tujuh adegan kunci yang merepresentasikan nilai Carpe Diem dalam struktur naratif film.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna Carpe Diem terbentuk melalui empat temuan utama, yaitu kesadaran eksistensial, internalisasi nilai Carpe Diem, negosiasi makna dengan otoritas, dan aktualisasi diri. Temuan tersebut menunjukkan bahwa Carpe Diem tidak hanya hadir sebagai slogan motivasional, tetapi sebagai sistem tanda yang berkembang dari makna literal menuju konstruksi ideologis.
Dalam film ini, nilai Carpe Diem dikonstruksi melalui dialog verbal yang mengajak tokoh untuk memanfaatkan waktu secara bermakna, gestur simbolik seperti merobek halaman buku dan berdiri di atas meja yang merepresentasikan keberanian berpikir kritis terhadap otoritas, elemen visual seperti foto-foto alumni, ekspresi wajah, serta komposisi gambar yang menegaskan refleksi tentang keterbatasan waktu dan makna kehidupan, serta struktur naratif yang menunjukkan perkembangan nilai dari tahap pengenalan, internalisasi, hingga aktualisasi dalam tindakan yang mencerminkan kebebasan individu.
Dengan demikian, Carpe Diem dalam film ini dapat dipahami sebagai nilai humanistik yang menekankan kesadaran akan waktu, keberanian berpikir mandiri, serta pencarian makna hidup secara autentik.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Semiotika, Carpe Diem, Film, Dead Poets Society, Makna |
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Skripsi > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Komunikasi |
| Depositing User: | Fitria Nur Indah Hasanah |
| Date Deposited: | 18 Jun 2026 06:53 |
| Last Modified: | 18 Jun 2026 06:53 |
| URI: | https://repository.unas.ac.id/id/eprint/16567 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
