ANALISIS PEMERATAAN INFRASTRUKTUR JAKWIFI DI DKI JAKARTA MENGGUNAKAN ALGORITMA K-MEANS CLUSTERING

Kamilah, Januarizka (2026) ANALISIS PEMERATAAN INFRASTRUKTUR JAKWIFI DI DKI JAKARTA MENGGUNAKAN ALGORITMA K-MEANS CLUSTERING. Diploma thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of BAB 1.pdf] Text
BAB 1.pdf

Download (568kB)
[thumbnail of BAB 2.pdf] Text
BAB 2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of BAB 3.pdf] Text
BAB 3.pdf

Download (780kB)
[thumbnail of BAB 4.pdf] Text
BAB 4.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of BAB 5.pdf] Text
BAB 5.pdf

Download (386kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (5MB)

Abstract

Transformasi digital mendorong pemerintah daerah menyediakan infrastruktur

internet publik yang merata sebagai fondasi pembangunan kota cerdas dan inklusif. Program JakWifi di Provinsi DKI Jakarta merupakan bentuk penyediaan layanan internet publik berbasis fasilitas umum, namun indikasi ketimpangan distribusi spasial antar kecamatan masih terlihat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola sebaran titik JakWifi, menilai tingkat pemerataan infrastruktur digital publik antar kecamatan, mengelompokkan wilayah berdasarkan karakteristik keterlayanan menggunakan algoritma K-Means Clustering, serta mengimplementasikan hasil analisis ke dalam dashboard interaktif berbasis web. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan dukungan analisis spasial dan kerangka kerja CRISP-DM. Data sekunder berupa dataset “Titik JakWifi Menurut Fasilitas Umum di Provinsi DKI Jakarta” diolah melalui proses pembersihan, integrasi spasial, agregasi tingkat kecamatan, dan standardisasi z-score. Penentuan jumlah klaster optimal dilakukan menggunakan metode Elbow dan Silhouette Score. Hasil analisis divisualisasikan dalam bentuk peta tematik dan dashboard berbasis Streamlit. Temuan menunjukkan bahwa distribusi JakWifi belum sepenuhnya merata, dengan rentang 11–191 titik per kecamatan dan rata-rata 74,8 titik. Pemodelan menghasilkan tiga klaster keterlayanan, yaitu tinggi (20 kecamatan), sedang (13 kecamatan), dan rendah (11 kecamatan), di mana klaster rendah umumnya memiliki jumlah titik terbatas dan konsentrasi pada kategori fasilitas tertentu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa masih terdapat kesenjangan digital dalam dimensi spasial di DKI Jakarta sehingga diperlukan strategi pemerataan
berbasis data untuk mendukung perencanaan infrastruktur yang lebih proporsional.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering
Divisions: Skripsi > Fakultas Teknologi Komunikasi dan Informatika > Program Studi Sistem Informasi
Depositing User: Delvy Aplirizani -
Date Deposited: 02 Jun 2026 08:33
Last Modified: 02 Jun 2026 08:33
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/16368

Actions (login required)

View Item View Item