KOMUNIKASI ASUH ORANG TUA DALAM MENCEGAH RESIKO CYBER CHILD GROOMING: STUDI KUALITATIF PADA KELUARGA PENGGUNA GAME ONLINE ROBLOX DI JAGAKARSA JAKARTA SELATAN

MAHARANI, OCTAFIRA AGYA (2026) KOMUNIKASI ASUH ORANG TUA DALAM MENCEGAH RESIKO CYBER CHILD GROOMING: STUDI KUALITATIF PADA KELUARGA PENGGUNA GAME ONLINE ROBLOX DI JAGAKARSA JAKARTA SELATAN. Diploma thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of COVER (1).pdf] Text
COVER (1).pdf

Download (621kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (411kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (567kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (526kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf

Download (652kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (456kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (551kB)

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat meningkatkan risiko kejahatan siber
terhadap anak, salah satunya Cyber Child Grooming tindakan manipulasi predator
daring untuk mengeksploitasi anak secara seksual. Game Online seperti Roblox,
yang populer di kalangan anak-anak, menjadi salah satu platform yang rentan
dimanfaatkan pelaku karena fitur komunikasinya yang terbuka. Fenomena ini
menjadi urgensi tersendiri bagi orang tua untuk menerapkan komunikasi asuh yang
efektif. Penelitian ini berfokus pada bagaimana pola komunikasi asuh orang tua
dalam mencegah risiko Cyber Child Grooming pada anak pengguna Game Online
Roblox di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi
pola komunikasi asuh yang diterapkan orang tua serta strategi mediasi digital yang
digunakan. Penelitian ini menggunakan Family Communication Patterns Theory
(FCPT) sebagai landasan teori. Metode yang digunakan adalah pendekatan
kualitatif studi kasus; data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap
tujuh orang tua dan satu key informan guru BK, lalu dianalisis menggunakan model
interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
orang tua dengan orientasi percakapan tinggi yang mengintegrasikan mediasi aktif,
mediasi restriktif, dan co-use paling efektif dalam membangun keterbukaan anak
untuk melaporkan pengalaman mencurigakan. Sehingga komunikasi asuh yang
terbuka dan konsisten berperan sebagai benteng perlindungan utama bagi anak di
ruang digital, di mana orang tua berfungsi sebagai capable guardian yang mampu
mendeteksi risiko Cyber Child Grooming sejak dini.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman
H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare
Divisions: Skripsi > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Komunikasi
Depositing User: Vira Desintha Larasati
Date Deposited: 25 May 2026 04:22
Last Modified: 25 May 2026 04:22
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/16235

Actions (login required)

View Item View Item