Fauzan, Nurul Ihsan (2026) DISKREPANSI PELAYANAN PENERBITAN AKTA KELAHIRAN MELALUI APLIKASI ALPUKAT BETAWI DI KECAMATAN CAKUNG JAKARTA TIMUR. Diploma thesis, Universitas Nasional.
|
Text
COVER..pdf Download (984kB) |
|
|
Text
BAB I..pdf Download (608kB) |
|
|
Text
BAB II..pdf Download (532kB) |
|
|
Text
BAB III..pdf Download (429kB) |
|
|
Text
BAB IV..pdf Download (765kB) |
|
|
Text
BAB V..pdf Download (358kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN..pdf Download (1MB) |
Abstract
Pelayanan penerbitan akta kelahiran merupakan bagian penting dari pemenuhan
hak administrasi kependudukan masyarakat, khususnya bagi anak. Pemerintah
Provinsi DKI Jakarta mengembangkan inovasi pelayanan berbasis digital melalui
aplikasi Alpukat Betawi sebagai upaya meningkatkan efektivitas dan efisiensi
pelayanan administrasi kependudukan. Namun, dalam implementasinya masih
ditemukan berbagai permasalahan yang menimbulkan kesenjangan antara standar
pelayanan yang ditetapkan dengan realitas pelayanan di lapangan. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis diskrepansi pelayanan penerbitan akta kelahiran
melalui aplikasi Alpukat Betawi di Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Penelitian
ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian evaluatif. Teknik
pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan
dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari aparatur Kecamatan Cakung, petugas
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, tenaga kesehatan terkait, serta
masyarakat pengguna aplikasi Alpukat Betawi. Analisis data dilakukan dengan
mengacu pada tujuh prinsip pelayanan publik menurut Dwiyanto (2018), yaitu
sederhana, jelas dan pasti, aman, terbuka, efisien, ekonomis, dan berkeadilan, serta
menggunakan Discrepancy Evaluation Model (DEM) yang dikembangkan oleh
Provus untuk mengidentifikasi kesenjangan antara standar dan implementasi
pelayanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan penerbitan akta
kelahiran melalui aplikasi Alpukat Betawi di Kecamatan Cakung masih mengalami
diskrepansi pada beberapa aspek pelayanan. Diskrepansi tersebut terutama terlihat
pada aspek kejelasan dan kepastian waktu pelayanan, efisiensi proses, keterbukaan
informasi, serta keadilan pelayanan. Kendala teknis aplikasi, keterbatasan sumber
daya manusia, serta rendahnya literasi digital masyarakat menjadi faktor utama
yang memengaruhi terjadinya kesenjangan antara standar pelayanan dan praktik di
lapangan. Dengan demikian, meskipun Alpukat Betawi merupakan inovasi
pelayanan publik berbasis digital, implementasinya belum sepenuhnya mampu
memenuhi prinsip pelayanan publik secara optimal.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | J Political Science > JA Political science (General) J Political Science > JS Local government Municipal government |
| Divisions: | Skripsi > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Administrasi Publik |
| Depositing User: | Vira Desintha Larasati |
| Date Deposited: | 21 May 2026 10:24 |
| Last Modified: | 21 May 2026 10:24 |
| URI: | https://repository.unas.ac.id/id/eprint/16167 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
