HUBUNGAN ANTARA STRES AKADEMIK DAN DUKUNGAN SOSIAL ORANG TUA DENGAN GEJALA PSIKOSOMATIS PADA REMAJA SMPIT DARUL HASANI BEKASI

Astuty, Almalisa Widi (2026) HUBUNGAN ANTARA STRES AKADEMIK DAN DUKUNGAN SOSIAL ORANG TUA DENGAN GEJALA PSIKOSOMATIS PADA REMAJA SMPIT DARUL HASANI BEKASI. Diploma thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of BAB 1.pdf] Text
BAB 1.pdf

Download (253kB)
[thumbnail of BAB 2.pdf] Text
BAB 2.pdf

Download (493kB)
[thumbnail of BAB 3.pdf] Text
BAB 3.pdf

Download (618kB)
[thumbnail of BAB 4.pdf] Text
BAB 4.pdf

Download (415kB)
[thumbnail of BAB 5.pdf] Text
BAB 5.pdf

Download (116kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (2MB)

Abstract

Latar Belakang: Masa remaja merupakan periode transisi yang rentan terhadap
gangguan kesehatan mental dan fisik, di mana secara global sekitar 1 dari 7 remaja
usia 10–19 tahun mengalami masalah kesehatan mental. Tekanan akademik yang
tinggi dapat memicu stres akademik yang berpotensi menimbulkan gejala
psikosomatis apabila berlangsung berkelanjutan. Di sisi lain, dukungan sosial orang
tua diperkirakan memiliki peran protektif terhadap munculnya gejala psikosomatis
pada remaja. Fenomena ini perlu dikaji secara integratif, khususnya pada remaja di
SMPIT Darul Hasani Bekasi.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara stres akademik dan dukungan sosial
orang tua dengan gejala psikosomatis pada remaja di SMPIT Darul Hasani Bekasi.
Metodologi: Menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan
kuantitatif korelasional. Sampel terdiri dari 81 siswa yang dipilih menggunakan
teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner
Educational Stress Scale for Adolescents (ESSA), Child and Adolescent Social
Support Scale (CASSS), dan Indonesian Somatic Symptom Scale-8 (ISSS-8).
Analisis data menggunakan uji Fisher’s Exact.
Hasil: Menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami stres akademik
kategori sedang (69,1%), dukungan sosial orang tua kategori tinggi (60,5%), dan
gejala psikosomatis kategori rendah (29,6%). Analisis bivariat menunjukkan
terdapat hubungan yang signifikan antara stres akademik dengan gejala
psikosomatis (p=0,010) serta terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan
sosial orang tua dengan gejala psikosomatis (p=0,030).
Simpulan: Ada hubungan antara stres akademik dan dukungan sosial orang tua
dengan gejala psikosomatis pada remaja.
Saran: Dapat mengembangkan program school wellness serta meningkatkan
keterlibatan orang tua dalam memberikan dukungan sosial untuk menunjang
kesehatan psikososial remaja.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
R Medicine > RA Public aspects of medicine
R Medicine > RJ Pediatrics
R Medicine > RT Nursing
Divisions: Skripsi > Fakultas Ilmu Kesehatan > Program Studi Keperawatan
Depositing User: Irna Irna Yunita
Date Deposited: 21 May 2026 08:10
Last Modified: 21 May 2026 08:10
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/16142

Actions (login required)

View Item View Item