ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN MELALUI TERAPI BENSON PADA KLIEN DEWASA DENGAN DIAGNOSA MEDIS HIPERTENSI URGENSI DI RUANG ICU RSUD BENDA TANGERANG

DEWI, NADIA NUR INDAH (2026) ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN MELALUI TERAPI BENSON PADA KLIEN DEWASA DENGAN DIAGNOSA MEDIS HIPERTENSI URGENSI DI RUANG ICU RSUD BENDA TANGERANG. Diploma thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of BAB 1.pdf] Text
BAB 1.pdf

Download (399kB)
[thumbnail of BAB 2.pdf] Text
BAB 2.pdf

Download (902kB)
[thumbnail of BAB 3.pdf] Text
BAB 3.pdf

Download (492kB)
[thumbnail of BAB 4.pdf] Text
BAB 4.pdf

Download (392kB)
[thumbnail of BAB 5.pdf] Text
BAB 5.pdf

Download (365kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (1MB)

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi urgensi merupakan kondisi kegawatdaruratan
kardiovaskular yang ditandai oleh peningkatan tekanan darah signifikan tanpa
kerusakan organ target akut, namun berisiko menimbulkan gangguan perfusi
dan ketidakstabilan hemodinamik. Aktivasi sistem saraf simpatis akibat stres
fisiologis dan psikologis selama perawatan intensif dapat menghambat
pencapaian target tekanan darah. Terapi relaksasi Benson sebagai intervensi
keperawatan nonfarmakologis berpotensi menurunkan respons simpatis dan
mendukung stabilisasi hemodinamik.
Tujuan: Menganalisis hasil asuhan keperawatan melalui penerapan terapi
relaksasi Benson terhadap pencapaian target Mean Arterial Pressure (MAP)
pada pasien hipertensi urgensi yang dirawat di ruang ICU RSUD Benda
Tangerang.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan
proses keperawatan berdasarkan SDKI–SLKI–SIKI. Terapi relaksasi Benson
diberikan secara terstruktur selama 10–15 menit per sesi sebagai intervensi
komplementer yang terintegrasi dengan terapi farmakologis antihipertensi.
Hasil: Hasil asuhan keperawatan menunjukkan pencapaian target MAP yang
signifikan pada kedua pasien. Pada Tn. J, nilai MAP menurun secara bertahap
dari kisaran >105–130 mmHg pada hari pertama menjadi ±90–95 mmHg pada
hari ketiga perawatan. Pada Ny. A, MAP yang awalnya berada pada kisaran
±120–125 mmHg menurun menjadi ±93–96 mmHg pada hari ketiga. Penerapan
terapi relaksasi Benson memberikan respons positif berupa penurunan
ketegangan otot, pola napas lebih teratur, penurunan frekuensi nadi, penurunan
kecemasan, serta peningkatan rasa tenang dan kenyamanan pasien. Respons
relaksasi yang optimal berkorelasi dengan stabilisasi tekanan darah dan
tercapainya target MAP secara aman dan terkontrol.
Simpulan dan Saran: Terapi relaksasi Benson efektif sebagai intervensi
keperawatan komplementer dalam mendukung pencapaian target MAP pada
pasien hipertensi urgensi. Integrasi terapi Benson direkomendasikan sebagai
bagian dari asuhan keperawatan holistik di ruang intensif.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Skripsi > Fakultas Ilmu Kesehatan > Program Studi Pendidikan Profesi Ners
Depositing User: Delvy Aplirizani -
Date Deposited: 21 May 2026 07:06
Last Modified: 21 May 2026 07:06
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/16137

Actions (login required)

View Item View Item