HUBUNGANGAYAHIDUPDANPOLAMAKANTERHADAP RISIKO POLYCYSTIC OVARY SYNDROME (PCOS) PADA MAHASISWI PRODI KEPERAWATAN UNIVERSITASNASIONAL DI JAKARTA

Ulhaq, Aanisah Dhiya (2026) HUBUNGANGAYAHIDUPDANPOLAMAKANTERHADAP RISIKO POLYCYSTIC OVARY SYNDROME (PCOS) PADA MAHASISWI PRODI KEPERAWATAN UNIVERSITASNASIONAL DI JAKARTA. Diploma thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of Cover.pdf] Text
Cover.pdf

Download (778kB)
[thumbnail of BAB 1.pdf] Text
BAB 1.pdf

Download (361kB)
[thumbnail of BAB 2.pdf] Text
BAB 2.pdf

Download (448kB)
[thumbnail of BAB 3.pdf] Text
BAB 3.pdf

Download (438kB)
[thumbnail of BAB 4.pdf] Text
BAB 4.pdf

Download (417kB)
[thumbnail of BAB 5.pdf] Text
BAB 5.pdf

Download (301kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (1MB)

Abstract

Latar Belakang: PCOS merupakan gangguan endokrin pada perempuan usia
reproduksi yang berkaitan dengan resistensi insulin, ketidakseimbangan hormon,
danfaktorgayahidup.Perubahangayahidupsepertikurangaktivitasfisik,perilaku
sedentari, dan pola makan tidak sehat pada mahasiswi, khususnya mahasiswi
keperawatan dengan tuntutan akademik padat, dapat meningkatkan risiko
terjadinya PCOS.
Tujuan:Mengetahuihubungangayahidupdan polamakanterhadaprisikoPCOS pada
mahasiswi Program Studi Keperawatan Universitas Nasional Jakarta.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan
cross-sectional. Sampel berjumlah 86 responden dipilih menggunakan teknik
stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner
risiko PCOS, Kuesioner SBQ mengukur gaya hidup sedentari, dan kuesioner FFQ
menilai pola makan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat
menggunakan uji chi- square dengan tingkat signifikansi 0,05.
HasilPenelitian:Mayoritasrespondenmemilikipolamakanburuk(51,2%),tidak
berisikoPCOS(77,9%),danperilakusedentaritinggi(75,6%).HasilBivariatgaya
hiduptidakberesikosebanyak51mahasiswi(59,1%)memilikiperilakusendentary
tinggi.13mahasiswi(15,1%)tidakberesikodenganperilakusendentarysedangdan 3
siswa (3,5%) tidak beresiko dengan perilaku sedentary rendah.
Simpulan: Gaya hidup dan pola makan belum menunjukkan hubungan yang
signifikan secara statistik terhadap risiko PCOS pada mahasiswi, tetapi tetap
berpotensi menjadi faktor predisposisi yang perlu diperhatikan dalam pencegahan
dini gangguan kesehatan reproduksi.
Saran: Mahasiswi perlu meningkatkan aktivitas fisik dan menerapkan pola hidup
sehat, institusi perlu memberikan edukasi kesehatan reproduksi, dan penelitian
selanjutnya disarankan menggunakan desain longitudinal dengan sampel lebih
besar.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
R Medicine > RC Internal medicine
R Medicine > RG Gynecology and obstetrics
R Medicine > RJ Pediatrics
Divisions: Skripsi > Fakultas Ilmu Kesehatan > Program Studi Keperawatan
Depositing User: Irna Irna Yunita
Date Deposited: 21 May 2026 08:03
Last Modified: 21 May 2026 08:03
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/16128

Actions (login required)

View Item View Item