Koalisi Gemuk dan Oposisi Lemah: Ancaman terhadap Check and Balance dalam Demokrasi Indonesia Pasca Pemilu 2024

Azzahra, Paquita Celline (2026) Koalisi Gemuk dan Oposisi Lemah: Ancaman terhadap Check and Balance dalam Demokrasi Indonesia Pasca Pemilu 2024. Diploma thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (877kB)
[thumbnail of BAB I .pdf] Text
BAB I .pdf

Download (369kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (410kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (307kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf

Download (381kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (357kB)
[thumbnail of BAB VI.pdf] Text
BAB VI.pdf

Download (394kB)
[thumbnail of BAB VII.pdf] Text
BAB VII.pdf

Download (280kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (895kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis terbentuknya koalisi
pemerintahan yang besar serta lemahnya oposisi sebagai tantangan struktural
terhadap mekanisme check and balances dalam demokrasi Indonesia pasca Pemilu
2024. Latar belakang penelitian didasarkan pada konfigurasi politik pasca pemilu
yang menunjukkan dominasi partai-partai pendukung pemerintahan PrabowoGibran
di
parlemen,
sehingga
ruang
bagi
oposisi
menjadi
relatif
terbatas.
Penelitian

ini

menggunakan teori check and balances yang dikemukakan oleh Montesquieu
(1989) serta merujuk pada pemikiran William H. Riker (1962), Miriam Budiardjo
(2022), dan Robert A. Dahl (1971) dalam teori oposisi dan koalisi sebagai kerangka
analisis untuk memahami relasi kekuasaan antara eksekutif dan legislatif.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan
metode deskriptif-analitis. Pengumpulan data dilakukan melalui wawacara dengan
informan dari kalangan oposisi dan akademisi, serta didukung oleh data sekunder
berupa dokumen resmi, pernyataan elite politik, dan pemberitaan media. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa pembentukan koalisi besar dipengaruhi oleh
pertimbangan pragmatis partai politik dan kebutuhan stabilitas pemerintahan.
Namun, konfigurasi tersebut berdampak pada menurunnya efektivitas fungsi
pengawasan parlemen dan terbatasnya peran oposisi dalam menjalankan fungsi
kontrol. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lemahnya oposisi pasca Pemilu 2024
menjadi tantangan bagi efektivitas mekanisme check and balances serta kualitas
demokrasi di Indonesia.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: J Political Science > JA Political science (General)
J Political Science > JC Political theory
J Political Science > JF Political institutions (General)
J Political Science > JQ Political institutions Asia
K Law > K Law (General)
Divisions: Skripsi > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Politik
Depositing User: Vira Desintha Larasati
Date Deposited: 20 May 2026 03:35
Last Modified: 20 May 2026 03:35
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/16051

Actions (login required)

View Item View Item