YAHEHET, JULIANSYAH SIDIKH (2026) POLARISASI POLITIK DI MEDIA SOSIAL TERHADAP KOHESI SOSIAL DI MASYARAKAT JAKARTA SELATAN (STUDI KASUS: PILKADA GUBERNUR DKI JAKARTA PADA TAHUN 2024). Diploma thesis, Universitas Nasional.
|
Text
COVER.pdf Download (697kB) |
|
|
Text
BAB 1 .pdf Download (336kB) |
|
|
Text
BAB 2.pdf Download (685kB) |
|
|
Text
BAB 3.pdf Download (472kB) |
|
|
Text
BAB 4 .pdf Download (665kB) |
|
|
Text
BAB 5.pdf Download (432kB) |
|
|
Text
BAB 6.pdf Download (475kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Download (1MB) |
Abstract
ilkada Gubernur DKI Jakarta Tahun 2024 menjadi momentum politik
penting yang ditandai dengan tingginya intensitas perbincangan politik di media
sosial. Platform digital seperti Instagram, TikTok, dan X (Twitter) berperan
sebagai ruang utama dalam pembentukan opini publik sekaligus arena interaksi
politik masyarakat. Namun, meningkatnya aktivitas politik di ruang digital juga
diiringi dengan menguatnya polarisasi politik yang berpotensi memengaruhi
kohesi sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara
mendalam dampak polarisasi politik di media sosial terhadap kohesi sosial
masyarakat Jakarta Selatan pada pelaksanaan Pilkada Gubernur DKI Jakarta
Tahun 2024.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk
menggali pengalaman, persepsi, dan pandangan masyarakat terhadap dinamika
politik di media sosial. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara
mendalam dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial, observasi
daring (netnografi) terhadap konten dan interaksi politik di media sosial, serta
studi dokumentasi terhadap unggahan dan komentar politik yang beredar selama
masa Pilkada. Selain itu, wawancara dengan penyelenggara pemilu digunakan
sebagai data pendukung untuk memperkaya perspektif kelembagaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa polarisasi politik di media sosial
mendorong terbentuknya kelompok-kelompok pendukung yang cenderung
eksklusif, memperkuat identitas kelompok politik, serta meningkatkan sikap
kehati-hatian dalam interaksi sosial. Dampak tersebut berimplikasi pada
menurunnya intensitas komunikasi politik lintas pandangan, meskipun tidak
sepenuhnya menghilangkan partisipasi sosial masyarakat di tingkat lokal. Di sisi
lain, ditemukan pula adanya sikap adaptif masyarakat dalam menjaga hubungan
sosial melalui penghindaran konflik dan pemisahan antara relasi sosial dan
preferensi politik. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya penguatan literasi
digital, etika komunikasi publik, serta peran aktif institusi penyelenggara pemilu
dan pemerintah daerah dalam mengelola dinamika politik digital guna menjaga
kohesi sosial masyarakat.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > HM Sociology J Political Science > JA Political science (General) J Political Science > JC Political theory J Political Science > JF Political institutions (General) J Political Science > JQ Political institutions Asia P Language and Literature > P Philology. Linguistics |
| Divisions: | Skripsi > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Politik |
| Depositing User: | Vira Desintha Larasati |
| Date Deposited: | 20 May 2026 03:07 |
| Last Modified: | 20 May 2026 03:07 |
| URI: | https://repository.unas.ac.id/id/eprint/16048 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
