Struktur Kekuasaan Informal dan Demokrasi Lokal: Analisis Relasi Blater dan Kiai dalam Pilkada Kabupaten Bangkalan Tahun 2024

Sani, Muchamad (2026) Struktur Kekuasaan Informal dan Demokrasi Lokal: Analisis Relasi Blater dan Kiai dalam Pilkada Kabupaten Bangkalan Tahun 2024. Diploma thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (483kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (460kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (433kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf

Download (851kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (592kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur dan dinamika
kekuasaan informal dalam Pilkada Kabupaten Bangkalan Tahun 2024 dengan fokus
pada relasi antara kiai dan blater sebagai aktor non-formal yang berpengaruh dalam
politik lokal Madura Khususnya di Kabupaten Bangkalan. Dalam praktik
demokrasi lokal, proses politik tidak hanya ditentukan oleh institusi formal seperti
partai politik dan penyelenggara pemilu, tetapi juga dipengaruhi oleh jaringan
sosial, legitimasi kultural, dan hubungan patron–client yang hidup dalam
masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi
kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan tokoh kiai, blater, dan
pejabat pemerintah daerah, serta didukung oleh studi dokumentasi dari berbagai
sumber seperti berita media, dokumen pemilu, dan literatur akademik. Analisis data
dilakukan melalui teknik analisis tematik dengan menggunakan kerangka teori local
strongman dan teori patron–client. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kiai dan
blater membentuk struktur kekuasaan informal yang saling melengkapi dalam
dinamika politik Bangkalan. Kiai berperan melalui legitimasi religius dan jaringan
pesantren yang memengaruhi preferensi politik masyarakat, sedangkan blater
berperan dalam mobilisasi massa, pengendalian ruang sosial, dan pengamanan
aktivitas politik di tingkat akar rumput. Relasi keduanya bersifat dinamis, dapat
berupa kerja sama maupun ketegangan dalam konteks tertentu. Keberadaan
kekuasaan informal ini memiliki dampak ambivalen terhadap demokrasi lokal: di
satu sisi memperkuat partisipasi dan stabilitas sosial, namun di sisi lain berpotensi
membatasi otonomi politik pemilih.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: J Political Science > JA Political science (General)
J Political Science > JS Local government Municipal government
Divisions: Skripsi > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Politik
Depositing User: Irna Irna Yunita
Date Deposited: 19 May 2026 05:04
Last Modified: 19 May 2026 05:04
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/16021

Actions (login required)

View Item View Item