Ramdhaniadisa, Suci (2026) Kebijakan Pemerintah Indonesia Dalam Pemulangan Warga Negara Indonesia (WNI) Korban Human Trafficking di Kamboja Periode 2023-2024. Diploma thesis, Universitas Nasional.
|
Text
COVER.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (467kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (410kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (348kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Download (721kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (341kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Download (493kB) |
Abstract
Penelitian ini membahas tentang Kebijakan Pemerintah Indonesia Dalam
Pemulangan Warga Negara Indonesia (WNI) Korban Human Trafficking di Kamboja
Periode 2023-2024. Penulis menggunakan pendekatan Teori Kejahatan Transnasional
Terorganisir (TOC) dari Phil Williams sebagai grand theory, serta didukung oleh
Konsep Hak Asasi Manusia, Teori Kerja Sama Internasional, dan Teori Keamanan
Non-Tradisional. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah
kualitatif deskriptif. Dengan teknik pengumpulan data menggunakan studi
kepustakaan yang bersumber dari berbagai literatur yang relevan seperti buku, jurnal,
laporan-laporan, media nasional dan internasional. Hasil penelitian menunjukan
bahwa sedikitnya ada 3 (tiga) faktor yang mendorong kebijakan Pemerintah Indonesia
dalam proses pemulangan WNI korban human trafficking di Kamboja dan implikasi
kebijakan terhadap HAM serta exit stratgies yang dilakukan. Faktor-faktor tersebut
adalah kerja sama bilateral dan regional, pelayanan secara teknis dan administratif
terhadap perlindungan korban TPPO, dan pengawasan pencegahan perdagangan
manusia di bandara dan pelabuhan. Pada kesimpulan umum cukup jelas dapat
dideskripsikan secara jelas bahwa faktor globalisasi, kelemahan ekonomi dan praktik
korupsi menjadi faktor yang mendukung maraknya perdagangan manusia. Selain itu,
Kebaruan (novelty) penelitian ini terletak pada pendekatan multidimensi yang
mengintegrasikan analisis struktur asimetris sindikat digital dengan strategi
penyelamatan yang berbasis pada pemulihan martabat manusia dan sekuritisasi isu
perdagangan orang di kawasan Asia Tenggara. Kesimpulan penelitian menegaskan
bahwa efektivitas Exit Strategy sangat bergantung pada interdependensi diplomatik
dan penguatan mekanisme reintegrasi untuk mencegah fenomena korban berulang.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) J Political Science > J General legislative and executive papers |
| Divisions: | Skripsi > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Hubungan Internasional |
| Depositing User: | Irna Irna Yunita |
| Date Deposited: | 19 May 2026 04:51 |
| Last Modified: | 19 May 2026 04:51 |
| URI: | https://repository.unas.ac.id/id/eprint/16019 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
