ANALISIS RASIO PROGESTERON/ESTRADIOL (P4/E2) PLASMA TERHADAP KUALITAS OOSIT DAN KEBERHASILAN FERTILISASI PADA PASIEN MINI IVF

BILLAH, GILANG NAJAHI (2026) ANALISIS RASIO PROGESTERON/ESTRADIOL (P4/E2) PLASMA TERHADAP KUALITAS OOSIT DAN KEBERHASILAN FERTILISASI PADA PASIEN MINI IVF. Diploma thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of Cover (1).pdf] Text
Cover (1).pdf

Download (478kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (272kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (386kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (412kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf

Download (243kB)
[thumbnail of Lampiran (1).pdf] Text
Lampiran (1).pdf

Download (742kB)

Abstract

Program bayi tabung (In Vitro Fertilization/IVF) dengan pendekatan mini stimulation
semakin banyak diadopsi dalam praktik klinis karena pendekatannya yang lebih
mendekati proses fisiologis alami serta menunjukkan profil keamanan yang lebih baik,
khususnya dalam menurunkan risiko terjadinya hiperstimulasi ovarium dibandingkan
protokol konvensional. Rasio progesteron/estradiol (P4/E2) pada fase folikuler
mencerminkan keseimbangan steroidogenesis yang diduga berperan dalam proses
maturasi oosit dan keberhasilan fertilisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
hubungan rasio plasma P4/E2 preovulasi dengan tingkat kematangan oosit dan
keberhasilan fertilisasi pada pasien yang menjalani mini stimulation IVF di Kato Ojin
IVF Center. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan
korelasi. Kadar progesteron dan estradiol plasma diukur menggunakan automated
immunoassay analyzer (AIA-360, TOSOH, Tokyo). Variabel yang dianalisis meliputi
rasio P4/E2, persentase oosit matang tahap metafase II (MII), serta tingkat fertilisasi
normal yang ditandai dengan terbentuknya dua pronukleus (2PN). Analisis Spearman
menunjukkan bahwa rasio P4/E2 tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan
tingkat kematangan oosit (r = 0,143 p = 0,293) dan hanya menunjukkan korelasi positif
lemah terhadap keberhasilan fertilisasi (r = 0,382 p = 0,004). Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa rasio P4/E2 lebih merefleksikan respons ovarium terhadap stimulasi
dibandingkan sebagai prediktor langsung kualitas oosit maupun outcome fertilisasi,
sehingga interpretasinya perlu dikombinasikan dengan dan penunjang klinis lainnya
dalam evaluasi siklus IVF.

Kata kunci: maturation rate, mini-IVF, rasio P4/E2.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Q Science > Q Science (General)
R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Skripsi > Fakultas Biologi dan Pertanian > Program Studi S1 Biologi
Depositing User: Fitria Nur Indah Hasanah
Date Deposited: 18 May 2026 08:20
Last Modified: 18 May 2026 08:20
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/15999

Actions (login required)

View Item View Item