Work-Life Imbalance dan Perubahan Fungsi Sosialisasi Primer dalam Keluarga (Studi pada Keluarga Pekerja di Cipete Utara, Jakarta Selatan)

FATIN, AMIRA ROSITA (2026) Work-Life Imbalance dan Perubahan Fungsi Sosialisasi Primer dalam Keluarga (Studi pada Keluarga Pekerja di Cipete Utara, Jakarta Selatan). Diploma thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (499kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (540kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (487kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf

Download (688kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (414kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena work-life imbalance dan dampaknya terhadap
perubahan pelaksanaan fungsi sosialisasi primer dalam keluarga pekerja di
Kelurahan Cipete Utara, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Tingginya
tuntutan pekerjaan, jam kerja panjang, serta tekanan ekonomi di wilayah perkotaan
menyebabkan orang tua memiliki keterbatasan waktu dan energi dalam
menjalankan peran pengasuhan secara optimal. Kondisi tersebut berimplikasi pada
berkurangnya intensitas interaksi, melemahnya kedekatan emosional, serta
terjadinya pergeseran peran keluarga sebagai agen sosialisasi primer bagi anak.
Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana work-life imbalance
mempengaruhi fungsi sosialisasi primer dalam keluarga serta bagaimana keluarga
pekerja beradaptasi terhadap perubahan tersebut. Penelitian menggunakan
pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan
melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap orang tua
pekerja dan anak di Kelurahan Cipete Utara. Analisis data dilakukan dengan
menggunakan Teori Konstruksi Sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann serta
konsep adaptasi struktural keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work-life
imbalance menyebabkan perubahan pada fungsi afektif dan fungsi sosialisasi
keluarga, ditandai dengan menurunnya komunikasi, pengawasan, dan penanaman
nilai secara langsung kepada anak. Namun demikian, sebagian keluarga melakukan
berbagai bentuk adaptasi, seperti pembagian peran yang lebih fleksibel,
pemanfaatan teknologi komunikasi, serta dukungan dari pihak eksternal untuk
mempertahankan keberlangsungan sosialisasi primer. Penelitian ini menyimpulkan
bahwa keluarga pekerja masih memiliki peran penting sebagai agen sosialisasi primer, meskipun peran tersebut mengalami penyesuaian seiring dengan tekanan
kerja dalam kehidupan urban.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HM Sociology
Divisions: Skripsi > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Sosiologi
Depositing User: Vira Desintha Larasati
Date Deposited: 18 May 2026 04:31
Last Modified: 18 May 2026 04:31
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/15988

Actions (login required)

View Item View Item