ANALISIS LUASAN KAWASAN MANGROVE DI KETAPANG URBAN AQUACULTURE (KUA), DESA KETAPANG, KECAMATAN MAUK, KABUPATEN TANGERANG, DAN DAMPAK PENGELOLAANNYA TERHADAP MASYARAKAT SEKITAR

Nawaw, Ahmad (2026) ANALISIS LUASAN KAWASAN MANGROVE DI KETAPANG URBAN AQUACULTURE (KUA), DESA KETAPANG, KECAMATAN MAUK, KABUPATEN TANGERANG, DAN DAMPAK PENGELOLAANNYA TERHADAP MASYARAKAT SEKITAR. Masters thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (214kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (339kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (331kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf

Download (299kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (189kB)
[thumbnail of Lampiran.pdf] Text
Lampiran.pdf

Download (2MB)

Abstract

Ekosistem mangrove di kawasan pesisir Kabupaten Tangerang
mengalami tekanan akibat konversi lahan, abrasi, dan kerentanan sosial-ekonomi
masyarakat. Ketapang Urban Aquaculture (KUA) di Desa Ketapang, Kecamatan Mauk,
merupakan inisiatif pengelolaan kawasan yang mengintegrasikan konservasi mangrove,
budidaya perikanan pesisir (urban aquaculture), dan ekowisata. Penelitian ini bertujuan
untuk (1) menganalisis dinamika perubahan luasan mangrove secara spasial dan temporal
di kawasan KUA, serta (2) menganalisis pengelolaan ekowisata mangrove KUA dan
dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar melalui identifikasi faktor
pendukung dan penghambat, tingkat partisipasi masyarakat, serta perumusan model
pengembangan kawasan berbasis konservasi mangrove dan urban aquaculture yang
berkelanjutan. Analisis spasial dilakukan menggunakan citra Sentinel-2 Surface
Reflectance pada platform Google Earth Engine dengan Mangrove Vegetation Index
(MVI) untuk periode 2020–2025. Data sosial-ekonomi dikumpulkan melalui wawancara
mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model
analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña (2014). Hasil analisis spasial
menunjukkan peningkatan luasan mangrove yang sangat signifikan, dari 0,551 ha (2020)
menjadi 9,583 ha (2025), dengan pola akseleratif pada fase awal yang kemudian
memasuki fase stabilisasi. Namun, keberhasilan ekologis tersebut belum sepenuhnya
ditranslasikan menjadi manfaat sosial-ekonomi yang merata bagi masyarakat. Kunjungan
wisata masih rendah dan fluktuatif, fasilitas mengalami penurunan kualitas, serta
partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan masih terbatas. Penelitian ini
merekomendasikan penguatan model community-based ecotourism, perbaikan skema
pembagian manfaat, diversifikasi pendapatan, dan formalisasi kemitraan multipihak untuk
mewujudkan keberlanjutan KUA

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions: Tesis dan Disertasi > Sekolah Pasca Sarjana > Program Studi S2 Ilmu Biologi
Depositing User: Irna Irna Yunita
Date Deposited: 12 May 2026 07:44
Last Modified: 12 May 2026 07:44
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/15928

Actions (login required)

View Item View Item