PUTRI, CITRA DWI (2026) PENGARUH PENERAPAN METODE TASK-BASED LANGUAGE TEACHING (TBLT) TERHADAP KEMAMPUAN MENYAMPAIKAN GEJALA KESEHATAN SECARA LISAN DALAM BAHASA KOREA. Diploma thesis, Universitas Nasional.
|
Text
Coverr.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
Bab 1.pdf Download (703kB) |
|
|
Text
Bab 2.pdf Download (999kB) |
|
|
Text
Bab 3.pdf Download (660kB) |
|
|
Text
Bab 4.pdf Download (484kB) |
|
|
Text
Lampiran.pdf Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengkaji dampak implementasi pendekatan Task-Based Language Teaching (TBLT) terhadap kompetensi mahasiswa dalam mengekspresikan keluhan kesehatan secara lisan dalam bahasa Korea pada mata kuliah Menyimak dan Berbicara V di Program Studi Bahasa Korea Universitas Nasional. Dasar pelaksanaan penelitian ini adalah kondisi yang menunjukkan bahwa kemampuan berbicara mahasiswa masih berada pada tingkat yang kurang optimal, khususnya dalam hal menyampaikan pandangan secara verbal pada materi yang menuntut ketepatan pemilihan kosakata dan struktur gramatikal, seperti topik kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan suatu pendekatan pembelajaran yang dapat mendorong praktik bahasa secara komunikatif dan sesuai dengan konteks nyata. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-eksperimental berbentuk pretest–posttest kelompok kontrol. Jumlah partisipan yang terlibat sebanyak 37 mahasiswa yang dibagi ke dalam dua kelompok, yakni kelompok eksperimen yang terdiri dari 19 mahasiswa dan kelompok kontrol yang terdiri dari 18 mahasiswa. Kelompok eksperimen memperoleh pembelajaran berbicara melalui pendekatan TBLT dengan memanfaatkan media picture stories, sementara kelompok kontrol mengikuti pembelajaran dengan metode konvensional. Alat pengumpulan data yang digunakan berupa tes berbicara yang dinilai menggunakan rubrik yang mencakup lima aspek, yaitu kelancaran berbicara, kekayaan kosakata, ketepatan tata bahasa, kejelasan pelafalan, serta efektivitas komunikasi. Temuan analisis deskriptif mengungkapkan bahwa nilai rata-rata pretest kelompok eksperimen tercatat sebesar 28,32 dan meningkat menjadi 40,74 pada posttest, menghasilkan selisih peningkatan sebesar 12,42. Di sisi lain, kelompok kontrol mengalami peningkatan nilai rata-rata dari 33,11 menjadi 41,06, dengan besar peningkatan sebesar 7,95. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest dalam masing-masing kelompok. Akan tetapi, berdasarkan hasil uji Mann–Whitney U Test, selisih peningkatan kemampuan berbicara antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tidak mencapai signifikansi secara statistik (p > 0,05). Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa implementasi metode Task-Based Language Teaching (TBLT) memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan mengekspresikan keluhan kesehatan secara lisan dalam bahasa Korea, meskipun peningkatan tersebut belum menunjukkan perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Task-Based Language Teaching, kemampuan berbicara, bahasa Korea |
| Subjects: | P Language and Literature > P Philology. Linguistics P Language and Literature > PN Literature (General) |
| Divisions: | Skripsi > Fakultas Sastra > Program Studi Bahasa Korea |
| Depositing User: | Fitria Nur Indah Hasanah |
| Date Deposited: | 12 May 2026 06:44 |
| Last Modified: | 12 May 2026 06:44 |
| URI: | https://repository.unas.ac.id/id/eprint/15912 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
