MANAJEMEN KINERJA APARATUR SIPIL NEGARA DI SEKRETARIAT JENDERAL DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

RENOWATI, DYAH (2026) MANAJEMEN KINERJA APARATUR SIPIL NEGARA DI SEKRETARIAT JENDERAL DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA. Masters thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (692kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (359kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (461kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (261kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf

Download (544kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (275kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Sekretariat Jenderal Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (Setjen DPR RI), serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam implementasinya berdasarkan teori Armstrong & Baron dalam Amir Tengku Ramly (2021). Manajemen kinerja ASN dipahami sebagai proses strategis dan terintegrasi yang mencakup perencanaan kinerja, pemantauan dan pembinaan, penilaian kinerja, pengembangan kompetensi, serta pemberian penghargaan dan pengakuan berbasis kinerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, dengan melibatkan informan yang berasal dari berbagai unit kerja di Setjen DPR RI.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kinerja ASN di Setjen DPR RI telah dilaksanakan melalui instrumen formal seperti Sasaran Kinerja Pegawai (SKP), sistem penilaian berbasis aplikasi, serta program pengembangan kompetensi. Namun demikian, implementasinya belum sepenuhnya berjalan secara optimal dan terintegrasi. Perencanaan kinerja cenderung masih berorientasi administratif dan belum sepenuhnya dikaitkan dengan sasaran strategis organisasi. Proses pemantauan kinerja, coaching, dan pemberian umpan balik belum terlembaga secara sistematis dan masih bergantung pada inisiatif pimpinan unit kerja. Selain itu, keterkaitan antara hasil penilaian kinerja dengan pengembangan karier dan sistem penghargaan berbasis merit belum berjalan secara konsisten.

Faktor pendukung manajemen kinerja ASN meliputi komitmen kelembagaan terhadap reformasi birokrasi, ketersediaan regulasi dan instrumen kinerja, serta upaya penguatan budaya kerja ASN melalui internalisasi nilai-nilai BerAKHLAK. Adapun faktor penghambat mencakup rendahnya tingkat kualifikasi dan kompetensi ASN pada beberapa jabatan, pengaruh budaya organisasi dan dinamika politik dalam pengembangan karier, keterbatasan pemanfaatan instrumen kinerja secara substantif, serta belum optimalnya integrasi dan pemanfaatan sistem informasi kepegawaian berbasis data. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan manajemen kinerja ASN di Setjen DPR RI memerlukan pendekatan yang lebih strategis, terintegrasi, dan berbasis sistem merit, guna meningkatkan profesionalisme ASN dan mendukung efektivitas pelaksanaan fungsi legislatif DPR RI.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Manajemen kinerja, Aparatur Sipil Negara, Sekretariat Jenderal DPR RI, Sistem Merit, Reformasi Birokrasi.
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
Divisions: Tesis dan Disertasi > Sekolah Pasca Sarjana > Program Studi S2 Administrasi Publik
Depositing User: Fitria Nur Indah Hasanah
Date Deposited: 11 May 2026 07:27
Last Modified: 11 May 2026 07:27
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/15888

Actions (login required)

View Item View Item