Analisis Perbandingan Performa Algoritma Load Balancing Round Robin, Least Connections, dan IP Hash pada Web Server Berbasis NGINX

Fernando, Dennis (2026) Analisis Perbandingan Performa Algoritma Load Balancing Round Robin, Least Connections, dan IP Hash pada Web Server Berbasis NGINX. Diploma thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of Cover.pdf] Text
Cover.pdf

Download (539kB)
[thumbnail of BAB 1.pdf] Text
BAB 1.pdf

Download (344kB)
[thumbnail of BAB 2.pdf] Text
BAB 2.pdf

Download (607kB)
[thumbnail of BAB 3.pdf] Text
BAB 3.pdf

Download (461kB)
[thumbnail of BAB 4.pdf] Text
BAB 4.pdf

Download (471kB)
[thumbnail of BAB 5.pdf] Text
BAB 5.pdf

Download (304kB)
[thumbnail of Lampiran.pdf] Text
Lampiran.pdf

Download (687kB)

Abstract

Peningkatan volume lalu lintas data global menuntut infrastruktur teknologi informasi yang memiliki ketersediaan tinggi, di mana penggunaan server tunggal tidak lagi memadai untuk menangani lonjakan permintaan. Implementasi cluster server dengan teknologi load balancing menjadi solusi vital, namun pemilihan algoritma penjadwalan yang tidak tepat sering kali menyebabkan ketimpangan beban dan inefisiensi sumber daya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kinerja tiga algoritma load balancing utama, yaitu Round Robin, Least Connection, dan IP Hash, pada web server berbasis NGINX.

Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan pendekatan kuantitatif dalam lingkungan virtualisasi berbasis Docker dan Windows Subsystem for Linux (WSL 2). Pengujian dilakukan menggunakan alat uji beban k6 dengan skenario beban statis bertingkat (100, 500, dan 1.000 concurrent users) untuk mengukur parameter Throughput, Response Time, Error Rate, serta penggunaan CPU dan RAM.

Hasil penelitian menunjukkan karakteristik performa yang berbeda pada setiap tingkatan beban. Pada kondisi beban rendah (100 users), algoritma Round Robin menunjukkan kinerja paling superior dengan response time rata-rata terendah (11.783 ms). Namun, pada beban menengah (500 users), algoritma Least Connection terbukti paling stabil dan adaptif, mencatatkan tingkat kesalahan (Error Rate) terendah sebesar 43,81%, jauh lebih baik dibandingkan Round Robin (89,91%) dan IP Hash (57,61%). Sementara itu, IP Hash mencatat kinerja paling konservatif dengan throughput terendah akibat bottleneck pada mekanisme hashing. Pada beban puncak (1.000 users), seluruh algoritma mengalami titik jenuh dengan tingkat kesalahan mendekati 100%.

Disimpulkan bahwa Round Robin direkomendasikan untuk aplikasi dengan lalu lintas statis dan ringan, sedangkan Least Connection adalah pilihan paling optimal untuk menangani fluktuasi beban kerja yang dinamis guna meminimalkan kegagalan layanan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Q Science > QA Mathematics
T Technology > T Technology (General)
Divisions: Skripsi > Fakultas Teknologi Komunikasi dan Informatika > Program Studi Sistem Informasi
Depositing User: Irna Irna Yunita
Date Deposited: 11 May 2026 06:38
Last Modified: 01 Jul 2026 06:55
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/15879

Actions (login required)

View Item View Item