ANALISIS YURIDIS PUTUSAN VERSTEK TERHADAP PERBUATAN SUAMI YANG SERING BERUTANG TANPA SEPENGETAHUAN ISTRI DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (Studi Putusan Perkara Pengadilan Nomor: 3239/Pdt.G/2025/PA.J)

Alfiansyah, Muhammad Reza (2026) ANALISIS YURIDIS PUTUSAN VERSTEK TERHADAP PERBUATAN SUAMI YANG SERING BERUTANG TANPA SEPENGETAHUAN ISTRI DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (Studi Putusan Perkara Pengadilan Nomor: 3239/Pdt.G/2025/PA.J). Diploma thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of COVER .pdf] Text
COVER .pdf

Download (844kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (488kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (590kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (349kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf

Download (466kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (336kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (2MB)

Abstract

Perkawinan dalam hukum Islam merupakan ikatan
yang kuat (mitsaqan ghalizha) yang menimbulkan hak dan kewajiban bagi suami dan
istri, termasuk dalam pengelolaan keuangan keluarga yang harus dilakukan secara
amanah, terbuka, dan bertanggung jawab. Secara normatif (das sollen), hukum Islam
dan hukum perkawinan di Indonesia menempatkan suami sebagai pihak yang
berkewajiban memelihara keluarga serta mengelola tanggung jawab finansial untuk
kepentingan rumah tangga. Namun dalam praktik (das sein), masih ditemukan suami
yang melakukan perbuatan utang piutang tanpa sepengetahuan atau persetujuan istri
sehingga menimbulkan konflik rumah tangga dan berujung pada perceraian.
Permasalahan tersebut tercermin dalam Putusan Pengadilan Agama Jakarta Selatan
Nomor 3239/Pdt.G/2025/PA.JS. Berdasarkan hal tersebut, rumusan masalah dalam
penelitian ini adalah: (1) bagaimana perbuatan suami yang sering berutang tanpa
sepengetahuan istri dalam perspektif hukum Islam, dan (2) bagaimana pertimbangan
hakim dalam memutus perkara perceraian terkait perbuatan tersebut dalam Putusan
Nomor 3239/Pdt.G/2025/PA.JS. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis
normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa perbuatan suami yang melakukan utang tanpa
sepengetahuan istri dan tidak untuk kepentingan keluarga bertentangan dengan prinsip
tanggung jawab, amanah, dan keadilan dalam hukum Islam, sehingga utang tersebut
pada dasarnya menjadi tanggung jawab pribadi suami. Dalam putusannya, Majelis
Hakim mempertimbangkan adanya perselisihan dan pertengkaran yang terus-menerus,
tidak terpenuhinya kewajiban nafkah, serta kondisi pisah rumah sebagai dasar bahwa
rumah tangga para pihak telah mengalami keretakan yang tidak dapat dipertahankan,
sehingga gugatan perceraian dikabulkan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Skripsi > Fakultas Hukum > Program Studi Ilmu Hukum
Depositing User: Irna Irna Yunita
Date Deposited: 08 May 2026 03:22
Last Modified: 08 May 2026 03:22
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/15805

Actions (login required)

View Item View Item