RINANDA, AULIA IKRAR OKA (2026) FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KASUS CAMPAK TERKONFIRMASI HASIL LABORATORIUM USIA 0-5 TAHUN DI WILAYAH KOTA ADMINISTRASI JAKARTA UTARA TAHUN 2025. Diploma thesis, Universitas Nasional.
|
Text
COVER (cover, lembar penunjang, abstrak, kata pengantar, daftar isi).pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf Download (440kB) |
|
|
Text
BAB 2.pdf Download (811kB) |
|
|
Text
BAB 3.pdf Download (494kB) |
|
|
Text
BAB 4.pdf Download (585kB) |
|
|
Text
BAB 5.pdf Download (429kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN (Daftar Pustaka, Lampiran-lampiran, lembar awal hasil turnitin).pdf Download (1MB) |
Abstract
Latar Belakang: Campak merupakan penyakit menular dengan daya tular tinggi
yang masih menjadi masalah kesehatan, khususnya pada anak usia 0–5 tahun.
Berbagai faktor mempengaruhi peningkatan kasus termasuk di wilayah perkotaan
padat seperti Jakarta Utara.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan
dengan kejadian campak terkonfirmasi hasil laboratorium pada anak usia 0–5 tahun
di Wilayah Kota Administrasi Jakarta Utara Tahun 2025.
Metodologi: Penelitian menggunakan desain kuantitatif cross-sectional dengan
data sekunder formulir C1 campak. Populasi penelitian adalah seluruh anak usia 0–
5 tahun yang tercatat sebagai kasus suspek campak, dengan jumlah sampel 300
responden (total sampling). Analisis dilakukan menggunakan uji Chi-Square serta
Odds Ratio dengan tingkat kemaknaan α=0,05.
Hasil Penelitian: Ditemukan 48,7% positif terkonfirmasi campak dilihat dari hasil
IgM; 81,3% kelompok usia balita (>1–5 tahun); 65,7% tinggal di lingkungan padat
penduduk; serta 66,2% memiliki riwayat kontak erat dengan pasien teridentifikasi
campak. Seluruh responden mendapatkan vitamin A; 51,3% mengalami gejala
utama berupa demam, ruam, dan ≤ 2 gejala penyerta yang bervariasi (batuk, pilek,
mata merah, dan gejala lain). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang
signifikan antara riwayat kontak erat (p=0,001), gejala klinis (p=0,000), usia
(p=0,014), dan kepadatan tempat tinggal (p=0,019) dengan kejadian campak
terkonfirmasi hasil laboratorium. Anak dengan faktor-faktor tersebut memiliki
probabilitas kejadian campak terkonfirmasi yang lebih tinggi. Status pemberian
vitamin A tidak dapat dianalisis karena seluruh responden telah menerima vitamin
A.
Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat kontak erat, usia,
gejala klinis, pemberian vitamin A, serta kepadatan tempat tinggal terhadap
kejadian campak terkonfirmasi pada anak usia 0–5.
Saran: Penguatan imunisasi campak/MR, pelacakan kontak erat, dan kewaspadaan
klinis pada anak balita di wilayah padat penduduk perlu ditingkatkan untuk
menekan kejadian campak terkonfirmasi.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RA Public aspects of medicine |
| Divisions: | Skripsi > Fakultas Ilmu Kesehatan > Program Studi Kebidanan |
| Depositing User: | Vira Desintha Larasati |
| Date Deposited: | 07 May 2026 04:31 |
| Last Modified: | 07 May 2026 04:31 |
| URI: | https://repository.unas.ac.id/id/eprint/15756 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
