PEMANFAATAN LIMBAH KARDUS SEBAGAI SUBSTRAT DENGAN PENAMBAHAN CANGKANG KERANG SEBAGAI PENGGANTI KAPUR DALAM BUDI DAYA JAMUR TIRAM (Pleurotus ostreatus)

YAFI, IKHWAL (2026) PEMANFAATAN LIMBAH KARDUS SEBAGAI SUBSTRAT DENGAN PENAMBAHAN CANGKANG KERANG SEBAGAI PENGGANTI KAPUR DALAM BUDI DAYA JAMUR TIRAM (Pleurotus ostreatus). Diploma thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (440kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (761kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf

Download (620kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (1MB)

Abstract

Budi daya jamur tiram umumnya menggunakan serbuk kayu sebagai substrat utama,
namun ketersediaannya semakin terbatas sehingga diperlukan alternatif bahan organik
yang berkelanjutan. Limbah kardus mengandung lignoselulosa sebagai sumber karbon,
sedangkan cangkang kerang kaya kalsium karbonat (CaCO₃) yang berfungsi
menstabilkan pH media. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kombinasi
limbah kardus dan cangkang kerang pada substrat serbuk kayu sengon asal Kalibaru,
Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, terhadap pertumbuhan miselium (fase vegetatit) dan
hasil panen (fase generatif) jamur tiram. Penelitian berlangsung pada bulan Mei hingga
Desember 2025. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan
empat perlakuan komposisi media, yaitu P1 (21% kardus, 61% serbuk kayu, 15% dedak,
3% cangkang kerang), P2 (41% kardus, 41% serbuk kayu, 15% dedak, 3% cangkang
kerang), P3 (61% kardus, 21% serbuk kayu, 15% dedak, 3% cangkang kerang), dan P4
(82% serbuk kayu, 15% dedak, 3% kapur), masing-masing sepuluh ulangan. Parameter
yang diamati meliputi kecepatan pertumbuhan miselium, waktu muncul primordia, serta
jumlah dan berat basah tubuh buah. Kombinasi limbah kardus dan cangkang kerang dapat
digunakan sebagai alternatif media tanam dalam budidaya jamur tiram (Pleurotus
ostreatus), karena mampu mendukung pertumbuhan miselium dan pembentukan tubuh
buah, dengan P4 menunjukkan pertumbuhan miselium tercepat dan P1 lebih lambat.
Variasi komposisi media tidak berpengaruh signifikan terhadap diameter tudung, jumlah
badan buah, maupun berat basah jamur tiram. Secara deskriptif, P1 menghasilkan jumlah
badan buah dan berat basah tertinggi, sehingga kombinasi ini berpotensi meningkatkan
produktivitas jamur tiram.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Q Science > Q Science (General)
S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Skripsi > Fakultas Biologi dan Pertanian > Program Studi S1 Biologi
Depositing User: Fitria Nur Indah Hasanah
Date Deposited: 06 May 2026 06:52
Last Modified: 06 May 2026 06:52
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/15703

Actions (login required)

View Item View Item