ANALISIS YURIDIS TIDAK DI TERAPKANNYA ASAS LEX POSTERIOR DEROGAT LEGI PRIORI DALAM TINDAK PIDANA UJARAN KEBENCIAN (STUDI PUTUSAN PENGADILAN NOMOR 14/PID.SUS/2024/PN JPA)

Widyawati, Dewi (2026) ANALISIS YURIDIS TIDAK DI TERAPKANNYA ASAS LEX POSTERIOR DEROGAT LEGI PRIORI DALAM TINDAK PIDANA UJARAN KEBENCIAN (STUDI PUTUSAN PENGADILAN NOMOR 14/PID.SUS/2024/PN JPA). Diploma thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (675kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (493kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (548kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (582kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf

Download (449kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (271kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (3MB)

Abstract

Ujaran kebencian (Hate Speech) yaitu pernyataan atau tulisan yang
disampaikan seseorang di tempat umum dengan tujuan untuk
menyebarkan dan memicu kebencian suatu kelompok kepada kelompok
lain yang memiliki perbedaan dalam hal ras, agama, keyakinan, gender,
etnisitas, kecacatan, dan orientasi seksual.. Pada putusan Pengadilan
Negeri Jepara Nomor 14/Pid.Sus/2024/PN. JPA, ditemukan fakta bahwa
hilangnya hak istimewa milik penjamin tidak jarang karena penjamin
tersebut mengikatkan diri kepada suatu perjanjian hal ini tentu
memberikan dampak buruk bagi seorang penjamin. Dari hal tersebut
kemudian penulis membuat 3 rumusan masalah dalam pembuatan skripsi
ini sebagai berikut 1) Bagaimana pengaturan hukum mengenai ujaran
kebencian (hate speech)? 2) Apa Pertimbangan hakim tidak menerapkan
asas lex posteriori derogate legi priori dalam menjatuhkan putusan dalam
perkara Nomor 14/Pid.Sus/2024/PN.JPA? 3) Bagaimana implikasi yuridis
dari tidak diterapkannya asas lex posteriori derogat legi priori dalam
putusan tersebut terhadap asas kepastian hukum dan prinsip due process of
law dalam sistem peradilan pidana di Indonesia? Metode penelitian yang
peneliti gunakan ialan penelitian normatif dengan sumber bahan hukum
primer, sekunder dan tersier. Hasil penellitian yang dilakukan peneliti
berkesimpulan bahwa kita haruslah mengetahui peran penting sebuah asas
Lex Posterior Derogat Legi Priori Dalam Tindak Pidana Ujaran
Kebencian.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Skripsi > Fakultas Hukum > Program Studi Ilmu Hukum
Depositing User: Irna Irna Yunita
Date Deposited: 30 Apr 2026 07:57
Last Modified: 30 Apr 2026 07:57
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/15550

Actions (login required)

View Item View Item