Handayani, Bulan Noura (2026) RATIO DECIDENDI KEJAHATAN PEMBUNUHAN BERENCANA YANG MENYEBABKAN KORBAN MENINGGAL DUNIA ( Studi Kasus Putusan Nomor 15/PID.B/2023/PN SKB ). Diploma thesis, Universitas Nasional.
|
Text
1) Cover.pdf Download (3MB) |
|
|
Text
2) BAB I.pdf Download (564kB) |
|
|
Text
3) BAB II.pdf Download (439kB) |
|
|
Text
4) BAB III.pdf Download (395kB) |
|
|
Text
5) BAB IV.pdf Download (425kB) |
|
|
Text
6) BAB V.pdf Download (299kB) |
|
|
Text
7) Lampiran.pdf Download (6MB) |
Abstract
Tindak pidana pembunuhan berencana merupakan kejahatan terhadap
nyawa manusia yang memiliki tingkat keseriusan tertinggi dalam sistem hukum
pidana Indonesia sebagaimana diatur dalam Pasal 340 Kitab Undang-Undang
Hukum Pidana. Dalam praktik peradilan pidana, hakim memiliki peran sentral
dalam membentuk pertimbangan hukum (ratio decidendi) yang menjadi dasar
penjatuhan pidana terhadap pelaku tindak pidana tersebut. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis ratio decidendi hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap
pelaku pembunuhan berencana yang mengakibatkan korban meninggal dunia serta
menilai kesesuaian hukuman yang dijatuhkan dengan tingkat kesalahan dan akibat
perbuatan ditinjau dari prinsip keadilan substantif, kepastian hukum, dan asas
proporsionalitas pidana.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan
pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan kasus (case
approach), dan pendekatan konseptual (conceptual approach), dengan studi kasus
Putusan Nomor 15/Pid.B/2023/PN Skb. Sumber bahan hukum yang digunakan
meliputi bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara
kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa majelis hakim telah membuktikan
terpenuhinya seluruh unsur Pasal 340 KUHP secara sah dan meyakinkan, baik
unsur kesengajaan, perencanaan terlebih dahulu, maupun akibat berupa
meninggalnya dua orang korban. Namun demikian, dalam tahap pemidanaan, ratio
decidendi hakim dinilai masih lebih menekankan keadilan formal dibandingkan
keadilan substantif. Alasan-alasan yang meringankan seperti sikap sopan di
persidangan dan belum pernah dihukum dinilai tidak sebanding dengan beratnya
delik pembunuhan berencana yang dilakukan secara terencana dan menimbulkan
korban ganda. Penjatuhan pidana penjara selama 20 tahun dan 18 tahun secara
yuridis sah, tetapi secara substantif belum sepenuhnya mencerminkan asas
proporsionalitas dan tujuan pemidanaan dalam tindak pidana pembunuhan
berencana.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa hukuman yang lebih ideal terhadap
pelaku pembunuhan berencana yang mengakibatkan kematian seharusnya berada
pada spektrum ancaman terberat Pasal 340 KUHP, yaitu pidana penjara seumur
hidup, guna menjamin perlindungan hak hidup manusia, kepastian hukum
substantif, serta konsistensi dan daya cegah hukum pidana.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Skripsi > Fakultas Hukum > Program Studi Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Irna Irna Yunita |
| Date Deposited: | 30 Apr 2026 06:32 |
| Last Modified: | 30 Apr 2026 06:32 |
| URI: | https://repository.unas.ac.id/id/eprint/15546 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
