ANALISIS ORISINALITAS HAK CIPTA PROGRAM KOMPUTER PADA APLIKASI GOJEK TERHADAP KARYA TULIS (Studi Putusan Nomor 96/PDT.SUS-HAK CIPTA/2022/PN JKT PST dan Putusan Kasasi Nomor 1033 K/PDT.SUS.HKI/2023)

Marlina, Nimas (2026) ANALISIS ORISINALITAS HAK CIPTA PROGRAM KOMPUTER PADA APLIKASI GOJEK TERHADAP KARYA TULIS (Studi Putusan Nomor 96/PDT.SUS-HAK CIPTA/2022/PN JKT PST dan Putusan Kasasi Nomor 1033 K/PDT.SUS.HKI/2023). Diploma thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (675kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (413kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (427kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (294kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf

Download (387kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (346kB)
[thumbnail of Lampiran.pdf] Text
Lampiran.pdf

Download (3MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep orisinalitas dalam hukum hak cipta serta
pertimbangan hukum hakim dalam sengketa antara karya tuli dan aplikasi Gojek sebagai
program komputer Putusan Nomor 96/Pdt.Sus-Hak Cipta/2022/PN Jkt.Pst dan Putusan Kasasi
Nomor 1033 K/Pdt.Sus-HKI/2023. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif, dengan
pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
orisinalitas menjadi syarat utama dalam pelindungan hak cipta. Hak cipta diberikan pada karya
yang dibuat secara mandiri (independent creation) dan memiliki kreativitas minimal (modicum
of creativity). Berdasarkan Pasal 1 angka 3 Undng-Undang Nomor 28 Tahun 2014, Berne
Convention, dan TRIPS Agreement, pelindungan ini hanya berlaku untuk bentuk ekspresi
konkret, bukan ide, prosedur, atau konsep abstrak. Dalam kasus sengketa Gojek, hakim secara
substansial mengambil keputusan yang tepat. Gugatan ditolak karena karya penggugat berupa
tulisan konseptual yang berisi gagasan sistem, sedangkan karya tergugat adalah aplikasi
komputer yang dibuat melalui kode sumber (source code) mandiri. Tidak ada bukti penyalinan
ekspresi konkret, kemiripan yang ada hanya berada pada level ide, yang merupakan domain
publik.Terdapat catatan kritis bahwa hakim belum menerapkan metode analisis teknis yang
sistematis seperti Abstraction-Filtration-Comparison (AFC) Test. Hal ini menegaskan adanya
kekosongan parameter metodologis dalam hukum positif Indonesia dalam menguji kesamaan
substansial pada perkara perangkat lunak di masa depan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: K Law > K Law (General)
Depositing User: Irna Irna Yunita
Date Deposited: 30 Apr 2026 03:59
Last Modified: 30 Apr 2026 07:00
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/15539

Actions (login required)

View Item View Item