ANALISIS YURIDIS PENERAPAN PASAL 310 AYAT (4) DAN AYAT (2) UNDANG- UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2009 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN ATAS KELALAIAN PENGEMUDI YANG MENYEBABKAN KEMATIAN(Studi Putusan Nomor 54/Pid.Sus/2025/PN Soe)”

Andrean, David Resky (2026) ANALISIS YURIDIS PENERAPAN PASAL 310 AYAT (4) DAN AYAT (2) UNDANG- UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2009 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN ATAS KELALAIAN PENGEMUDI YANG MENYEBABKAN KEMATIAN(Studi Putusan Nomor 54/Pid.Sus/2025/PN Soe)”. Diploma thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (624kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (431kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (411kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (378kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf

Download (392kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (257kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (36MB)

Abstract

Penelitian skripsi ini menganalisis pertanggungjawaban
pidana dan penerapan pidana bersyarat terhadap pengemudi kendaraan
bermotor yang lalai hingga menyebabkan kecelakaan lalu lintas dengan korban
meninggal dunia dan korban luka ringan dengan fokus studi pada Putusan
Nomor 54/Pid.Sus/2025/PN Soe. Permasalahan utama yang dikaji adalah (1)
Bagaimana pertanggungjawaban pidana pelaku terhadap pengemudi yang lalai
hingga menyebabkan kematian dan luka ringan berdasarkan Pasal 310 ayat (4)
dan ayat (2) Undang- Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan dalam Putusan Nomor 54/Pid.Sus/2025/PN. Soe?, dan (2)
Bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam Putusan Nomor
54/Pid.Sus/2025/PN. Soe dalam menerapkan pidana bersyarat berdasarkan
Pasal 14a Kitab Undang- Undang Hukum Pidana? Metode penelitian yang
digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan kasus. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa terdakwa Henry Fayol Bana terbukti secara sah dan
meyakinkan atas kelalaiannya menyebabkan `kematian dan luka ringan. Hakim
mempertimbangkan faktor-faktor yuridis dan non-yuridis, seperti fakta dalam
persidangan, sikap kooperatif terdakwa, penyesalan, dan perdamaian dengan
keluarga korban. Majelis Hakim akhirnya menerapkan pidana penjara dengan
masa percobaan (pidana bersyarat) sesuai Pasal 14a KUHP, yang berarti
hukuman tidak perlu dijalankan kecuali jika terdakwa melakukan suatu tindak
pidana dalam masa percobaan yang ditentukan. Hakim menyeimbangkan
kepastian hukum dengan nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan dalam kasus
kecelakaan lalu lintas akibat kelalaian.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Kecelakaan Lalu Lintas, Kelalaian, Pertanggung jawaban Pidana, Pidana Bersyarat
Subjects: K Law > K Law (General)
K Law > KZ Law of Nations
Divisions: Skripsi > Fakultas Hukum > Program Studi Ilmu Hukum
Depositing User: Irna Irna Yunita
Date Deposited: 30 Apr 2026 03:24
Last Modified: 30 Apr 2026 03:28
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/15535

Actions (login required)

View Item View Item