Purbaningrat, Wong Agung (2026) RESTORATIVE JUSTICE DALAM PENYELESAIAN TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN (STUDI KASUS : PUTUSAN PENGADILAN NEGERI SUKA MAKMUE NOMOR 247 K/Pid/2022). Diploma thesis, Universitas Nasional.
|
Text
COVER.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (667kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (659kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (573kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Download (338kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (301kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN .pdf Download (3MB) |
Abstract
Pengadilan Negeri Suka Makmue mengangkat perkara tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh terdakwa Edi Yanto Bin Mak Syah terhadap korban di lingkungan Pesantren Safinatun Najah. Terdakwa
melakukan pemukulan sebanyak tiga kali menggunakan tangan kosong yang mengakibatkan korban mengalami luka memar dan kemerahan di beberapa bagian kepala. Perbuatan tersebut dilatarbelakangi oleh kemarahan terdakwa karena korban tetap menjenguk adik terdakwa yang sedang dirawat di RSUD Iskandar, meskipun telah dilarang, dengan anggapan bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh perbuatan mistik yang dilakukan oleh korban. Namun demikian, perkara ini tidak diselesaikan melalui proses peradilan pidana secara formal, melainkan melalui mekanisme penyelesaian secara kekeluargaan dengan menggunakan prosesi adat peusijeuk yang melibatkan tokoh adat, perangkat gampong, serta masyarakat setempat. Dalam kesepakatan perdamaian tersebut, korban tidak menuntut ganti rugi, melainkan hanya meminta terdakwa untuk membuat surat permintaan maaf serta menyampaikan pernyataan maaf secara terbuka di pesantren dan di masjid. Seluruh pihak menerima dan melaksanakan hasil perdamaian tersebut dengan itikad baik.Majelis hakim dalam putusan tersebut memutuskan untuk melepaskan terdakwa dari segala tuntutan hukum (onslag van recht vervolging) dengan pertimbangan bahwa penyelesaian melalui mekanisme adat telah mencerminkan keadilan yang manusiawi dan berlandaskan hati nurani. Putusan ini menimbulkan isu hukum yang penting mengenai kedudukan penyelesaian adat dalam sistem hukum pidana nasional, serta sejauh mana mekanisme hukum adat dapat dijadikan dasar pertimbangan oleh hakim dalam menjatuhkan putusan pidana. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan kekuatan hukum penyelesaian adat dalam perkara pidana serta implikasinya terhadap penerapan prinsip keadilan restoratif dalam sistem peradilan pidana di Indonesia. Kata
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Penyelesaian adat, peusijeuk, penganiayaan, keadilan restoratif, hukum pidana, putusan hakim, hukum adat, onslag van recht vervolging. |
| Subjects: | K Law > K Law (General) K Law > KZ Law of Nations |
| Divisions: | Skripsi > Fakultas Hukum > Program Studi Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Irna Irna Yunita |
| Date Deposited: | 30 Apr 2026 02:29 |
| Last Modified: | 30 Apr 2026 02:29 |
| URI: | https://repository.unas.ac.id/id/eprint/15530 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
