PENGAKUAN ANAK OLEH AYAH BIOLOGIS PASCA MELANGSUNGKAN PERKAWINAN DENGAN IBU KANDUNG ANAK LUAR KAWIN (Studi Komparatif antara Penetapan Pengadilan Negeri Salatiga Nomor: 73/Pdt.P/2022/PN Slt dengan Penetapan Pengadilan Agama Madiun Nomor: 54/Pdt.P/2025/PA.Kab.Mn)

Faizza, Nida (2026) PENGAKUAN ANAK OLEH AYAH BIOLOGIS PASCA MELANGSUNGKAN PERKAWINAN DENGAN IBU KANDUNG ANAK LUAR KAWIN (Studi Komparatif antara Penetapan Pengadilan Negeri Salatiga Nomor: 73/Pdt.P/2022/PN Slt dengan Penetapan Pengadilan Agama Madiun Nomor: 54/Pdt.P/2025/PA.Kab.Mn). Diploma thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of COVER_redacted.pdf] Text
COVER_redacted.pdf

Download (784kB)
[thumbnail of BAB_I.pdf] Text
BAB_I.pdf

Download (424kB)
[thumbnail of BAB_II.pdf] Text
BAB_II.pdf

Download (471kB)
[thumbnail of BAB_III.pdf] Text
BAB_III.pdf

Download (341kB)
[thumbnail of BAB_IV.pdf] Text
BAB_IV.pdf

Download (316kB)
[thumbnail of BAB_V.pdf] Text
BAB_V.pdf

Download (317kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (2MB)

Abstract

Perkawinan pada dasarnya harus dilangsungkan secara sah sesuai dengan ketentuan
Pasal 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan agar anak yang
dilahirkan memperoleh status sebagai anak sah. Namun dalam praktiknya, tidak
jarang anak dilahirkan dari hubungan yang tidak sah, baik karena perkawinan tidak
dicatatkan maupun tidak sah menurut hukum agama atau aliran kepercayaan yang
dianut. Hal tersebut tercermin dalam Penetapan Pengadilan Negeri Salatiga Nomor
73/Pdt.P/2022/PN Slt dan Penetapan Pengadilan Agama Madiun Nomor
54/Pdt.P/2025/PA.Kab.Mn, dimana pengakuan anak oleh ayah biologis dikabulkan
meskipun anak dilahirkan di luar perkawinan yang sah. Penelitian ini mengangkat
permasalahan mengenai keabsahan perkawinan dalam kedua penetapan tersebut
serta komparasi pengakuan anak luar kawin antara penganut Agama Islam dan
penganut Agama Katolik. Berdasarkan hasil penelitian, perkawinan orang tua anak
dalam kedua perkara dinyatakan sah karena telah memenuhi ketentuan Pasal 2
Undang-Undang Perkawinan, sedangkan pengakuan anak yang ditetapkan melalui
penetapan pengadilan berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum, namun pada
dasarnya dimaksudkan untuk melindungi kepentingan hukum anak.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Skripsi > Fakultas Hukum > Program Studi Ilmu Hukum
Depositing User: Irna Irna Yunita
Date Deposited: 29 Apr 2026 08:08
Last Modified: 29 Apr 2026 08:08
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/15510

Actions (login required)

View Item View Item