ANALISIS YURIDIS PENGAMPUAN LAKI-LAKI DEWASA YANG MENGALAMI GANGGUAN JIWA OLEH AYAH KANDUNG (Studi Penetapan Pengadilan Nomor 291/Pdt.P/2022/PN Cbi)

RAMADHAN, HELMI FAUZAN (2026) ANALISIS YURIDIS PENGAMPUAN LAKI-LAKI DEWASA YANG MENGALAMI GANGGUAN JIWA OLEH AYAH KANDUNG (Studi Penetapan Pengadilan Nomor 291/Pdt.P/2022/PN Cbi). Diploma thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of COVER_redacted.pdf] Text
COVER_redacted.pdf

Download (820kB)
[thumbnail of BAB I .pdf] Text
BAB I .pdf

Download (509kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (431kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (367kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf

Download (443kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (352kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji secara yuridis lembaga
pengampuan terhadap laki-laki dewasa yang mengalami gangguan jiwa, dengan
studi pada Penetapan Pengadilan Nomor 291/Pdt.P/2022/PN Cbi. Dalam hukum
perdata, kecakapan bertindak merupakan syarat utama bagi seseorang untuk
melakukan perbuatan hukum. Namun, gangguan jiwa berat dapat
menghilangkan kemampuan seseorang dalam memahami serta
mempertanggungjawabkan akibat hukum dari perbuatannya. Penelitian ini
menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan
perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual. Bahan
hukum primer berupa peraturan perundang-undangan terkait pengampuan dan
penyandang disabilitas, serta penetapan pengadilan, dianalisis secara kualitatif
melalui penalaran hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengadilan
dalam perkara a quo telah menerapkan asas kehati-hatian dan proporsionalitas
dengan tidak mengabulkan seluruh permohonan pemohon. Hakim membatasi
kewenangan pengampu hanya pada kepentingan administratif dan fasilitas
kesehatan, serta tidak mencakup penguasaan kepentingan keperdataan yang
bersifat luas. Pembatasan tersebut mencerminkan upaya pengadilan untuk
menyeimbangkan antara perlindungan hukum bagi orang dengan gangguan jiwa
dan penghormatan terhadap hak asasi manusia serta otonomi individu. Dengan
demikian, pengampuan dipahami bukan sebagai penghapusan kecakapan hukum
secara mutlak, melainkan sebagai instrumen perlindungan hukum yang bersifat
proporsional dan berorientasi pada kepentingan terbaik bagi pihak yang diampu.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Skripsi > Fakultas Hukum > Program Studi Ilmu Hukum
Depositing User: Irna Irna Yunita
Date Deposited: 29 Apr 2026 07:21
Last Modified: 29 Apr 2026 07:21
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/15500

Actions (login required)

View Item View Item