PENGUCAPAN NASALISASI BAHASA KOREA PADA SISWA SMKN 1 TANGERANG

GHALIYAH, AZZAHRA (2026) PENGUCAPAN NASALISASI BAHASA KOREA PADA SISWA SMKN 1 TANGERANG. Diploma thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (412kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (714kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (625kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf

Download (133kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (1MB)

Abstract

Aspek fonologi, khususnya proses nasalisasi merupakan salah satu komponen yang
menantang dalam pembelajaran bahasa Korea sebagai bahasa asing, terutama bagi
penutur bahasa Indonesia yang memiliki sistem bunyi berbeda. Lee dan Ramsey
(2000) menjelaskan bahwa bahasa Korea memiliki sistem fonologi yang kompleks,
termasuk proses asimilasi bunyi seperti nasalisasi, yang kerap menimbulkan
kesulitan bagi pembelajar asing. Sejalan dengan hal tersebut, Lee Ki-Moon (2005)
menyatakan bahwa nasalisasi dalam bahasa Korea merupakan proses fonologis
sistematis yang terjadi akibat interaksi antarfonem dalam lingkungan bunyi tertentu
dan tidak selalu tercermin secara langsung dalam bentuk tulisannya, sehingga
menuntut pemahaman fonologis yang mendalam dari pembelajar. Bagi penutur
bahasa Indonesia, perbedaan sistem bunyi tersebut berpotensi memunculkan
kesalahan pengucapan akibat transfer negatif bahasa pertama, sebagaimana
dikemukakan oleh Odlin (1989). Brown (2004) juga menegaskan bahwa
pengucapan merupakan salah satu aspek tersulit dalam pemerolehan bahasa kedua
karena melibatkan persepsi bunyi, koordinasi artikulatoris, dan pemahaman kaidah
fonologis bahasa target. Selain itu, menurut Input Hypothesis yang dikemukakan
Krashen (1985), penguasaan bahasa berkembang secara optimal apabila pembelajar
memperoleh paparan input yang cukup, bermakna, dan berkesinambungan.
Rendahnya tingkat keakuratan pengucapan nasalisasi dapat berdampak pada
keterampilan berbicara siswa secara efektif dan komunikatif. Penelitian ini
bertujuan untuk menggambarkan tingkat penguasaan nasalisasi bahasa Korea siswa
kelas XI SMKN 1 Tangerang berdasarkan nilai rata-rata hasil pengucapan, serta
mengidentifikasi konteks nasalisasi yang paling dikuasai dan yang paling lemah.
Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan
menggunakan tes unjuk kerja (performance test) sebagai instrumen pengumpulan
data. Sampel penelitian terdiri atas 223 siswa, dengan objek penelitian berupa
pengucapan kalimat bahasa Korea yang mengandung kaidah nasalisasi. Analisis
data dilakukan melalui statistik deskriptif untuk memperoleh nilai rata-rata dan
persentase tingkat keakuratan pengucapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
secara umum tingkat penguasaan nasalisasi siswa berada pada kategori kurang,
meskipun terdapat perbedaan tingkat keakuratan antar kosakata. Beberapa konteks
nasalisasi menunjukkan penguasaan yang relatif lebih baik, sedangkan konteks
dengan struktur fonologis yang lebih kompleks masih menjadi sumber kesulitan
utama. Temuan ini mengindikasikan pentingnya penekanan pembelajaran fonologi
secara sistematis dan eksplisit dalam pengajaran bahasa Korea.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: L Education > L Education (General)
P Language and Literature > PL Languages and literatures of Eastern Asia, Africa, Oceania
Divisions: Skripsi > Fakultas Sastra > Program Studi Bahasa Korea
Depositing User: Irna Irna Yunita
Date Deposited: 27 Apr 2026 09:48
Last Modified: 27 Apr 2026 09:48
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/15383

Actions (login required)

View Item View Item