Dini, Dufi Roma (2026) EVALUASI PELAKSANAAN SKRINING BAYI BARU LAHIR OLEH BIDAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KABUPATEN LEBAK PROVINSI BANTEN. Masters thesis, Universitas Nasional.
|
Text
COVER.pdf Download (902kB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf Download (371kB) |
|
|
Text
BAB 2.pdf Download (523kB) |
|
|
Text
BAB 3.pdf Download (556kB) |
|
|
Text
BAB 4.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB 5.pdf Download (126kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Download (4MB) |
Abstract
Latar Belakang: Skrining Bayi Baru Lahir adalah upaya penting untuk mendeteksi
penyakit bawaan sejak dini, yang dapat mencegah kecacatan dan kematian bayi.
Meskipun sudah ada kemajuan, cakupan skrining di Indonesia masih rendah,
terutama di beberapa daerah, yang disebabkan oleh faktor teknis, keterbatasan
pengetahuan orang tua, dan infrastruktur yang tidak memadai.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program
Skrining Bayi Baru Lahir di wilayah kerja Puskesmas Kabupaten Lebak
Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain metode campuran dengan
pendekatan sequential explanatory yang terdiri dari dua tahap. Tahap pertama
adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 129 petugas
kesehatan dari 43 Puskesmas di Kabupaten Lebak, yang dianalisis menggunakan
uji Chi Square. Tahap kedua menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain
deskriptif, melalui wawancara mendalam. Analisa data dilakukan dengan teknik
analisis tematik untuk menggali hambatan, dukungan, dan persepsi terhadap
program skrining bayi baru lahir.
Hasil Penelitian: Pelaksanaan program skrining bayi baru lahir di Puskesmas
Kabupaten Lebak masih belum optimal dan merata, meskipun sebagian besar
tenaga kesehatan memiliki masa kerja >5 tahun (73,6%) dan berlatar belakang
bidan (78,3%). Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan program antara lain
sarana prasarana (p=0,000), sistem rujukan (p=0,001), monitoring dan evaluasi
(p=0,000), literasi ibu (p=0,000), dukungan keluarga (p=0,000), dan akses
pelayanan (p=0,000). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa pelatihan
tenaga kesehatan (B=0,454, p=0,000), monitoring dan evaluasi (B=0,214,
p=0,001), serta kepatuhan terhadap SOP (B=0,258, p=0,000) adalah faktor dominan
dalam pelaksanaan skrining. Hambatan utama yang ditemukan adalah keterbatasan
pelatihan, pengawasan yang lemah, dan rendahnya literasi ibu, yang memengaruhi
konsistensi dan kualitas program.
Simpulan: Evaluasi pelaksanaan program skrining bayi baru lahir di Puskesmas
Kabupaten Lebak menunjukkan bahwa program ini belum optimal, dengan faktor
dominan seperti pelatihan tenaga kesehatan, monitoring, evaluasi, dan kepatuhan
terhadap SOP yang mempengaruhi keberhasilan pelaksanaan, sementara hambatan
utama mencakup keterbatasan pelatihan, pengawasan, dan rendahnya literasi ibu.
Saran: Diperlukan peningkatan kualitas pelaksanaan skrining bayi baru lahir
melalui penguatan pelatihan, kepatuhan terhadap SOP, serta perbaikan sistem
rujukan dan koordinasi tindak lanjut.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) Q Science > Q Science (General) R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Tesis dan Disertasi > Sekolah Pasca Sarjana > Program Studi S2 Kebidanan |
| Depositing User: | Irna Irna Yunita |
| Date Deposited: | 23 Apr 2026 07:44 |
| Last Modified: | 23 Apr 2026 07:44 |
| URI: | https://repository.unas.ac.id/id/eprint/15238 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
