POROGOI, BADRIATI B (2026) ANALISIS PERILAKU PENCEGAHAN PENYAKIT MENULAR SEKSUAL PADA WANITA PEKERJA SEKSUAL (WPS) DI KLINIK X JAKARTA SELATAN. Masters thesis, Universitas Nasional.
|
Text
COVER.pdf Download (781kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (354kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (550kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (286kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Download (4MB) |
Abstract
Latar belakang : wanita pekerja seksual (WPS) merupakan kelompok yang rentan terhadap penyakit menular seksual akibat interaksi faktor individu, lingkungan kerja dan relasi kuasa dengan klien maupun mucikari. Meskipun pengetahuan mengenai PMS relatif baik, perilaku
pencegahan sering tidak konsisten.
Tujuan : menganalisis perilaku pencegahan penyakit menular seksual pada wanita pekerja seksual menggali pengalaman WPS terkait PMS.
Metodologi : penelitian ini menggunakan mix metods, pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam pada 19 (WPS), 1 Dokter, 2 perawat dan 1 mucikari dilakukan wawancara. pendekatan kuantitatif menggunakan total sampling 170 WPS. Intrumen berupa kuesioner yang
telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Data kuantitatif dianalisis menggunakan descriptive statistics, uji korelasi spearman untuk mengetahui hubungan antar variabel dan uji regresi linier berganda untuk mengetahui variabel yang paling berpengaruh.
Hasil penelitian : Hasil penelitian kualitatif menunjukkan bahwa perilaku pencegahan PMS
pada WPS belum konsisten akibat tekanan ekonomi, tuntutan klien, pengaruh lingkungan kerja,
serta relasi kuasa dengan mucikari yang mendorong WPS mengesampingkan praktik pencegahan demi mempertahankan pendapatan. Hasil kuantitatif menunjukkan nilai rerata perilaku pencegahan PMS yang relatif tinggi (mean = 40,71), namun implementasinya masih terhambat. Analisis bivariat menunjukkan bahwa kepercayaan, nilai-nilai, peran tenaga kesehatan, lingkungan sosial, pendapatan, dan fasilitas memiliki hubungan signifikan dengan perilaku pencegahan PMS (p < 0,05). Analisis multivariat menunjukkan bahwa persepsi, kepercayaan, dan nilai-nilai berpengaruh positif (<0,05), sedangkan pendapatan dan lingkungan sosial berpengaruh negatif terhadap perilaku pencegahan PMS (>0,05).
Kesimpulan : Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku pencegahan PMS pada
WPS dipengaruhi oleh faktor psikologis, pengalaman, lingkungan kerja, dan tekanan struktural,
sehingga diperlukan pendekatan pencegahan yang holistik dan kontekstual.
Saran : WPS dianjurkan meningkatkan perilaku pencegahan PMS melalui penggunaan konsisten, pemeriksaan rutin, serta peningkatan pengetahuan yang bersumber dari tenaga kesehatan disertai penguatan efikasi diri untuk menolak hubungan seksual tanpa menggunakan
kondom meskipun berada dalam tekanan ekonomi.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | wanita pekerja seksual, penyakit menular seksual, perilaku pencegahan penyakit menular seksual. |
| Subjects: | H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RA Public aspects of medicine R Medicine > RC Internal medicine R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Tesis dan Disertasi > Sekolah Pasca Sarjana > Program Studi S2 Kebidanan |
| Depositing User: | Irna Irna Yunita |
| Date Deposited: | 23 Apr 2026 07:11 |
| Last Modified: | 23 Apr 2026 07:11 |
| URI: | https://repository.unas.ac.id/id/eprint/15233 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
