Putri, Riska Dwiasti (2026) FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TERJADINYA BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI KABUPATEN ADMINISTRASI KEPULAUAN SERIBU TAHUN 2023–2025. Diploma thesis, Universitas Nasional.
|
Text
Cover.pdf Download (594kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (218kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (344kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (372kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Download (309kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (188kB) |
Abstract
”Latar Belakang: Salah satu masalah kesehatan neonatal yang meningkatkan angka
morbiditas dan mortalitas bayi baru lahir adalah berat badan lahir rendah (BBLR).
Prevalensi BBLR sangat dipengaruhi oleh penyakit ibu yang berhubungan dengan
kehamilan. Kabupaten Kepulauan Seribu memiliki prevalensi BBLR yang lebih
tinggi dibandingkan kabupaten administratif lainnya karena karakteristik
geografisnya yang berbeda. Ketersediaan dan kualitas layanan kesehatan ibu dan
bayi baru lahir dapat terpengaruh oleh hal ini. ”
”Tujuan: Untuk mengetahui penyebab berat badan lahir rendah di Kabupaten
Kepulauan Seribu antara tahun 2023 dan 2025. ”
”Metodologi: Pendekatan studi kasus-kontrol digunakan dalam investigasi analitik
kuantitatif ini. Dengan 96 BBLR sebagai kelompok kasus dan 96 bayi baru lahir
dengan berat badan normal (non-BBLR) sebagai kelompok kontrol, total 192
responden dipilih menggunakan pengambilan sampel acak bert stratified
proporsional. Pecah ketuban prematur (KPD), usia kehamilan, usia ibu, status gizi,
dan anemia selama kehamilan termasuk di antara faktor-faktor yang diperiksa.
Sebuah daftar periksa digunakan untuk mengumpulkan data. Uji chi-square
digunakan untuk analisis bivariat. ”
”Hasil Penelitian: Usia ibu (p=0,000; OR=11,294), status gizi ibu (p=0,001;
OR=3,909), usia kehamilan (p=0,000; OR=13,387), anemia terkait kehamilan
(p=0,000; OR=7,236), dan kejadian pecah ketuban prematur (KPD) (p=0,000;
OR=9,747) semuanya berkorelasi signifikan dengan kejadian berat badan lahir
rendah (BBLR). Faktor paling signifikan yang memengaruhi kejadian BBLR
adalah usia kehamilan kurang dari 37 minggu. ”
”Simpulan: Di Kabupaten Seribu, frekuensi bayi berat BBLR berkorelasi kuat
dengan usia ibu, status gizi ibu, usia kehamilan, anemia selama kehamilan, dan
kejadian KPD. ”
”Saran: Untuk menurunkan angka kejadian berat badan lahir rendah (BBLR), para
profesional kesehatan disarankan untuk meningkatkan diagnosis dini dan
pemantauan faktor risiko prenatal dengan menyediakan layanan perawatan
antenatal terbaik. ”
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Skripsi > Fakultas Ilmu Kesehatan > Program Studi Kebidanan |
| Depositing User: | Irna Irna Yunita |
| Date Deposited: | 22 Apr 2026 07:44 |
| Last Modified: | 22 Apr 2026 07:44 |
| URI: | https://repository.unas.ac.id/id/eprint/15204 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
