STUDI PENDAHULUAN VEGETASI DAN KELIMPAHAN TUMBUHAN BERBUAH SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN Macaca fascicularis DI SUAKA MARGASATWA PULAU NUSA BARUNG

Nasution, Ahmad Ramadhan (2026) STUDI PENDAHULUAN VEGETASI DAN KELIMPAHAN TUMBUHAN BERBUAH SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN Macaca fascicularis DI SUAKA MARGASATWA PULAU NUSA BARUNG. Diploma thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (833kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (234kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (607kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf

Download (265kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (3MB)

Abstract

Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) saat ini berstatus Endangered (IUCN, 2022), sehingga kajian daya dukung habitat menjadi krusial untuk upaya pelestarian. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur, komposisi, keanekaragaman vegetasi, serta kelimpahan tumbuhan berbuah di Blok Jeruk, Cambah, dan Ceret, Suaka Margasatwa
(SM) Pulau Nusa Barung. Pengambilan data dilakukan pada Juni 2025 menggunakan metode Point Centered Quarter (PCQ) dan Fruit Trail. Hasil penelitian menunjukkan
komposisi vegetasi tertinggi berada di Jalur Cambah (26 jenis), diikuti Jeruk (16 jenis) dan Ceret (15 jenis). Indeks Keanekaragaman (H') di ketiga jalur tergolong sedang (Cambah 2,946; Ceret 2,521; Jeruk 2,404). Nilai kerapatan tertinggi ditemukan di Jalur Ceret (1.594 ind/ha) dan Jeruk (1.133 ind/ha), yang mengindikasikan fase suksesi aktif. Sebaliknya, Jalur Cambah memiliki kerapatan terendah (683 ind/ha) karena pembatasan ekologis di area rawa. Analisis similaritas menunjukkan nilai rendah (28,33%), menandakan heterogenitas vegetasi yang tinggi antar jalur. Kelimpahan tumbuhan berbuah tertinggi ditemukan di Jalur Jeruk (39,44 ind/km) yang didominasi oleh
Budengan (Actephila javanica), dibandingkan Ceret (20,59 ind/km) dan Cambah (15,14 ind/km). Ditemukan 28 spesies tumbuhan pakan dengan preferensi pakan berupa buah sebesar 50%. Kesimpulannya, SM Pulau Nusa Barung memiliki habitat yang memadai dengan Jalur Jeruk sebagai kantong pakan utama selama musim kemarau karena kelimpahan buahnya yang tinggi meskipun memiliki keanekaragaman jenis yang lebih
rendah

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Fruit trail, Macaca fascicularis, Pulau Nusa Barung, Struktur Vegetasi, Tumbuhan Berbuah.
Subjects: Q Science > QH Natural history
Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
Divisions: Skripsi > Fakultas Biologi > Program Studi Biologi
Depositing User: Vira Desintha Larasati
Date Deposited: 16 Apr 2026 03:08
Last Modified: 16 Apr 2026 03:08
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/15073

Actions (login required)

View Item View Item