PENGARUH TERAPI BEKAM TERHADAP PENURUNAN KADAR KOLESTEROL PADA PENDERITA HIPERKOLESTEROLEMIA DI KLINIK BEKAM RUQYAH CENTER (BRC)

Istiqomah, Veninda Venesia (2025) PENGARUH TERAPI BEKAM TERHADAP PENURUNAN KADAR KOLESTEROL PADA PENDERITA HIPERKOLESTEROLEMIA DI KLINIK BEKAM RUQYAH CENTER (BRC). Diploma thesis, Fakultas Biologi dan Pertanian.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (587kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (225kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (334kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (402kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf

Download (215kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (1MB)

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti penyakit kardiovaskular menjadi penyebab utama
kematian global, salah satunya dipicu oleh hiperkolesterolemia, yaitu kondisi kadar
kolesterol melebihi 200 mg/dL. Terapi farmakologi dalam jangka panjang memiliki efek
samping serius, sehingga dibutuhkan alternatif non-farmakologis seperti terapi bekam.
Bekam basah diketahui mampu menurunkan kadar kolesterol dengan mengeluarkan toksin
melalui darah dan memperbaiki mikrosirkulasi. Penelitian sebelumnya menunjukkan terapi
bekam efektif menurunkan kadar kolesterol, namun umumnya hanya dilakukan satu kali.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi bekam tiga kali dalam satu
bulan terhadap penurunan kadar kolesterol total pada penderita hiperkolesterolemia di
Klinik Bekam Ruqyah Center (BRC). Penelitian ini menggunakan desain quasy eksperimen
dengan rancangan one group pre-post test design. Sampel dipilih menggunakan teknik
purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi (penderita hiperkolesterolemia dengan
kadar kolesterol >200 mg/dL dan bersedia menjadi responden) serta eksklusi (memiliki
kontraindikasi terhadap bekam). Alat yang digunakan meliputi GCU meter Sejoy (metode
POCT) untuk mengukur kadar kolesterol dan satu set alat bekam (kop, jarum, pena bekam,
dan pompa). Penelitian dilaksanakan di Klinik Terapi Bekam Ruqyah Center (BRC). Rata-
rata kadar kolesterol total sebelum terapi bekam adalah 253,47 mg/dL dan rarata-rata kadar
kolesterol menurun menjadi 238.58 mg/dL setelah dilakukan terapi bekam sebanyak tiga
kali dengan interval 10 hari. Hasil uji Paired t-test diperoleh nilai p<0,05, membuktikan
bahwa secara signifikan terapi bekam berpengaruh dalam menurunkan kadar kolesterol.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
R Medicine > RZ Other systems of medicine
Divisions: Skripsi > Fakultas Biologi dan Pertanian > Program Studi S1 Biologi
Depositing User: Delvy Aplirizani -
Date Deposited: 15 Apr 2026 08:57
Last Modified: 27 Apr 2026 02:36
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/15004

Actions (login required)

View Item View Item