PENGARUH POLARITAS PELARUT TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN PROFIL SENYAWA BIOAKTIF EKSTRAK MAKROALGA Halimeda macroloba (Decaisne, 1841)

Putra, Adhiya Nabhan Kusuma (2026) PENGARUH POLARITAS PELARUT TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN PROFIL SENYAWA BIOAKTIF EKSTRAK MAKROALGA Halimeda macroloba (Decaisne, 1841). Diploma thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (6MB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (449kB)
[thumbnail of BAB II .pdf] Text
BAB II .pdf

Download (549kB)
[thumbnail of BAB III .pdf] Text
BAB III .pdf

Download (605kB)
[thumbnail of BAB IV .pdf] Text
BAB IV .pdf

Download (479kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (4MB)

Abstract

Halimeda macroloba merupakan makroalga hijau dari Kepulauan Seribu, Jakarta, yang diketahui memiliki
potensi sebagai sumber antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh polaritas pelarut
terhadap aktivitas antioksidan dan profil senyawa bioaktif H. macroloba. Sampel diperoleh dari Pulau
Pramuka, Kepulauan Seribu, kemudian diekstraksi menggunakan metode maserasi bertingkat dengan tiga
pelarut berbeda polaritas, yaitu n-hexane sebagai pelarut non-polar, etil asetat sebagai pelarut semi-polar,
dan metanol sebagai pelarut polar, masing-masing selama 3×24 jam. Identifikasi senyawa bioaktif
dilakukan menggunakan LC-HRMS (Liquid Chromatography-High Resolution Mass Spectrometry)
dilakukan di dilakukan di Laboratorium Pangan KST Gunung Kidul di Badan Riset dan Inovasi Nasional,
sedangkan aktivitas antioksidan diukur menggunakan metode 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH)
dilakukan di Laboratorium Pusat Riset Kimia Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Hasil uji aktivitas
antioksidan menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat memiliki aktivitas terkuat dengan nilai IC₅₀ 33,00 ppm
(kategori sangat kuat), diikuti metanol dengan IC₅₀ 55,34 ppm (kategori kuat), dan n-heksana dengan IC₅₀
535,66 ppm (kategori sangat lemah). Analisis LC-HRMS mengungkapkan bahwa ekstrak etil asetat
mengandung senyawa unggulan seperti α-Linolenic acid, OPDA (9S,13R-12-Oxophytodienoic acid), dan
9,10-Dihydroxystearic Acid, sementara berberine teridentifikasi dominan pada ekstrak metanol. Hasil uji
One-Way ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan antar perlakuan (p<0,05). Disimpulkan bahwa
polaritas pelarut berpengaruh nyata terhadap aktivitas antioksidan dan jumlah profil senyawa bioaktif H.
macroloba, dengan ekstrak etil asetat sebagai pelarut paling optimal untuk aplikasi antioksidan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
S Agriculture > SB Plant culture
Divisions: Skripsi > Fakultas Biologi dan Pertanian > Program Studi S1 Biologi
Depositing User: Irna Irna Yunita
Date Deposited: 10 Apr 2026 07:08
Last Modified: 10 Apr 2026 07:08
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/14956

Actions (login required)

View Item View Item