Tita, Maryana (2026) KEANEKARAGAMAN JAMUR MAKRO DI KAWASAN EKOWISATA GUNUNG GALUNGGUNG, TASIKMALAYA. Diploma thesis, Universitas Nasional.
|
Text
COVER (1).pdf Download (654kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (260kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (583kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (887kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Download (249kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Download (3MB) |
Abstract
Gunung Galunggung merupakan gunung api aktif di Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi
Jawa Barat, yang kini berkembang sebagai destinasi wisata alam populer melalui
kawasan ekowisatanya. Kondisi lingkungannya yang beragam di lokasi ini berpotensi
mendukung tingginya keanekaragaman jamur makro yang berperan sebagai
dekomposer dan indikator kualitas ekosistem. Namun, potensi keanekaragaman jamur
makro di Kawasan Ekowisata Gunung Galunggung hingga kini belum pernah dikaji dan
didokumentasikan secara ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan
mendokumentasikan keanekaragaman jamur makro di Kawasan Ekowisata Gunung
Galunggung, menghitung indeks keanekaragaman dan tingkat keseragaman spesies,
serta menganalisis perbedaan komposisi spesies pada tiga lokasi pengamatan, yaitu area
wisata Curug, Kawah, dan Cipanas. Metode penelitian menggunakan teknik jelajah
(Cruise Method) dengan jalur sepanjang ± 2,5 km dan lebar 1 km ke kiri-kanan,
dilaksanakan pada November–Desember 2025, dengan pengukuran faktor lingkungan
(suhu udara, kelembapan udara, intensitas cahaya, pH tanah), pengamatan morfologi,
identifikasi berdasarkan buku referensi, dan isolasi kultur. Analisis data meliputi indeks
Shannon-Wiener (H'), keseragaman (E), dominansi (D), dan Indeks Nilai Penting (INP).
Hasil penelitian menunjukkan ditemukannya 91 spesies jamur makro dari 11 ordo dan
31 famili, dengan keanekaragaman tertinggi di jalur Kawah (57 spesies), diikuti Curug
(36 spesies) dan Cipanas (28 spesies). Indeks keanekaragaman tergolong sedang (1,593,19),
Keseragaman
kecil
hingga
tinggi
(0,48-0,79),
dan
Dominansi
rendah
(0,08-0,47).
Komposisi
spesies berbeda antarjalur, dengan spesies dominan Trametes versicolor
(INP 35,6%) di Curug, Stereum ostrea (35,5%) di Kawah, dan Coprinellus disseminatus
(70,6%) di Cipanas. Variasi komposisi spesies dan struktur komunitas diduga berkaitan
dengan kondisi lingkungan dan tekanan antropogenik pada tiap jalur.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) S Agriculture > SD Forestry |
| Divisions: | Skripsi > Fakultas Biologi dan Pertanian > Program Studi S1 Biologi |
| Depositing User: | Irna Irna Yunita |
| Date Deposited: | 10 Apr 2026 07:33 |
| Last Modified: | 10 Apr 2026 07:33 |
| URI: | https://repository.unas.ac.id/id/eprint/14952 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
