Selvia, Gina (2025) ANALISIS FAKTORBERATBADANBAYIBARULAHIRDI PUSKESMASCIASEMSUBANGJAWABARAT. Diploma thesis, Fakultas Ilmu Kesehatan.
|
Text
COVER.pdf Download (767kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (102kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (194kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (156kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Download (200kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (124kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Download (1MB) |
Abstract
Latar Belakang: Berat badan lahir rendah (BBLR) masih menjadi masalah
kesehatan global. WHO (2023) melaporkan prevalensi BBLR sekitar 15% dari
seluruh kelahiran hidup atau lebih dari 20 juta bayi per tahun. Di Indonesia, Survei
Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2021 mencatat angka BBLR sebesar
6,2%. Di Jawa Barat, prevalensi BBLR tahun 2022 sebesar 5,6%, sementara di
Kabupaten Subang tercatat 7,1%. Data Puskesmas Ciasem tahun 2024
menunjukkan terdapat 20 kasus BBLR (5,3%) dari total 368 kelahiran. Kondisi ini
menunjukkan bahwa BBLRmasihmenjaditantangan, dan berbagai faktor maternal
seperti kenaikan berat badan selama hamil, kadar hemoglobin, penyakit penyerta
kehamilan, serta status gizi ibu diduga berkontribusi terhadap kejadian BBLR.
Tujuan: Menganalisis faktor-faktor maternal yang berhubungan dengan berat
badan bayi baru lahir di Puskesmas Ciasem, Subang, Jawa Barat.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan
pendekatan retrospektif. Variabel dependen adalah berat badan bayi baru lahir,
sedangkan variabel independen meliputi kenaikan berat badan ibu, kadar
hemoglobin, penyakit ibu selama hamil, dan status gizi ibu. Sampel penelitian
berjumlah 368 responden yang diambil dengan teknik total sampling dari seluruh
kelahiran tahun 2024 di Puskesmas Ciasem. Analisis data dilakukan secara
univariat untuk distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji Chi-Square.
Hasil Penelitian: Mayoritas bayi lahir dengan berat badan normal (94,7%).
Sebagian besar ibu hamil mengalami kenaikan berat badan normal (67,7%),
memiliki kadar hemoglobin kategori anemia ringan (90,7%), tidak menderita
penyakit selama hamil (94,1%), dan berstatus gizi normal (96%). Analisis bivariat
menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara berat badan bayi lahir dengan
kenaikan berat badan ibu, kadar hemoglobin, penyakit selama hamil, dan status
gizi ibu (P-value 0,000).
Simpulan: Berat badan bayi baru lahir dipengaruhi oleh kenaikan berat badan ibu
selama hamil, kadar hemoglobin, riwayat penyakit selama kehamilan, serta status
gizi ibu. Faktor-faktor tersebut terbukti memiliki hubungan bermakna dengan
kejadian BBLR.
Saran: Disarankan kepada tenaga kesehatan untuk meningkatkan pemantauan
status gizi, pemeriksaan kadar hemoglobin, serta deteksi dini penyakit pada ibu
hamil. Edukasi gizi seimbang dan pemantauan kenaikan berat badan perlu
dilakukan secara intensif. Pemerintah daerah juga diharapkan memperkuat program
kesehatan ibu guna menekan angka kejadian BBLR
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RG Gynecology and obstetrics |
| Divisions: | Skripsi > Fakultas Ilmu Kesehatan > Program Studi Kebidanan |
| Depositing User: | Delvy Aplirizani - |
| Date Deposited: | 10 Apr 2026 08:31 |
| Last Modified: | 27 Apr 2026 03:08 |
| URI: | https://repository.unas.ac.id/id/eprint/14944 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
