Alamsyah, Siddig (2025) PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA APARATUR TERHADAP POTENSI KORUPSI PADA SEKTOR PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH YANG DIMEDIASI IMPLEMENTASI PERATURAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH PADA LINGKUNGAN KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI REPUBLIK INDONESIA. Masters thesis, Universitas Nasional.
|
Text
Cover.pdf Download (7MB) |
|
|
Text
Bab I.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
Bab II.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
Bab III.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
Bab IV.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
Bab V.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
Lampiran.pdf Download (7MB) |
Abstract
Korupsi merupakan kejahatan luar biasa karena berakibat merusak sendi-sendi
bernegara. Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintahan (PBJP) tidak luput dari perilaku
terjadinya korupsi. Fenomena korupsi yang terjadi pada organisasi publik umumnya
melibatkan individu yang memiliki jabatan publik. Korupsi terjadi karena adanya
kewenangan yang besar, tekanan, kesempatan, dan rasionalisasi. Perpres nomor 12 Tahun
2021 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan
Barang/Jasa Pemerintah (PBJP) sepertinya belum mampu mengatasi korupsi di sektor
PBJP. Implementasi kebijakan memerlukan variabel lainnya agar dapat memberikan
dampak. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan pengaruh langsung dan tidak
langsung antar variabel gaya kepemimpinan dan kualitas sumber daya manusia (SDM)
aparatur terhadap potensi korupsi melalui implementasi kebijakan PBJP.
Jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif. Metode
penelitian kuantitatif ini bertujuan untuk menguji hipotesis struktural yang diajukan dengan
metode Partial Least Squares – Structural Equation Modelling (PLS - SEM). metode ini
digunakan untuk menjelaskan ada tidaknya hubungan antar variabel laten dan
mengkonfirmasi dan eksplorasi pengaruh variabel gaya kepemimpinan dan kualitas SDM
aparatur terhadap potensi korupsi melalui implementasi PBJP.. Populasi pada penelitian
ini adalah unsur pelaksana kebijakan PBJP di lingkungan Komisi Pemberantasan Korupsi
yang terdiri dari PPK, Pejabat Pengadaan, Pokja UKPBJ dan Pihak Penyedia. Penentuan
sampel pada penilitian ini menggunakan metode purposive random sampling, dengan
responden terdiri dari seluruh unsur pelaksana internal PBJP di KPK dan unsur pelaksana
eksternal dan pengguna akhir layanan PBJP di KPK dengan pagu anggaran pengadaan
barang dan jasa di atas Rp1 Milyar pada periode tahun anggaran 2024.
Hasil penelitian menyatakan bahwa gaya kepemimpinan berpengaruh signifikan
terhadap implementasi PBJP, dengan arah positif. Gaya kepemimpinan juga berpengaruh
langsung secara negatif terhadap potensi korupsi. Sedangkan untuk kualitas SDM aparatur
terbukti berpengaruh positif signifikan terhadap implementasi PBJP dan Potensi korupsi
PBJP. Selanjutnya hasil uji mediasi menunjukkan bahwa Implementasi PBJP memediasi
pengaruh gaya kepemimpinan terhadap potensi korupsi secara signifikan, yang
menunjukkan bahwa sebagian pengaruh gaya kepemimpinan terhadap potensi korupsi
bekerja melalui efektivitas implementasi PBJP. Implementasi PBJP juga memediasi secara
parsial, hasil uji pengaruh tidak langsung ini menunjukkan bahwa implementasi PBJP
memediasi secara sebagian (partial mediation) hubungan antara kualitas SDM aparatur dan
potensi korupsi, kehadiran variabel implementasi PBJP mengubah arah pengaruh kualitas
SDM aparatur terhadap potensi korupsi, yang semula berpengaruh positif menjadi negatif..
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | J Political Science > J General legislative and executive papers J Political Science > JA Political science (General) J Political Science > JS Local government Municipal government |
| Divisions: | Tesis dan Disertasi > Sekolah Pasca Sarjana > Program Studi S2 Administrasi Publik |
| Depositing User: | Irna Irna Yunita |
| Date Deposited: | 02 Apr 2026 04:48 |
| Last Modified: | 02 Apr 2026 04:48 |
| URI: | https://repository.unas.ac.id/id/eprint/14922 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
