Pebryani, Puti Chaerunneesa (2025) PERBANDINGAN MODEL KOMUNIKASI POLITIK GUBERNUR ANIES BASWEDAN DAN PJ. HERU BUDIDALAM MEMBANGUN JAKARTA. Bachelor thesis, Universitas Nasional.
|
Text
COVER.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (287kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (550kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (299kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Download (483kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (707kB) |
|
|
Text
BAB VI.pdf Download (252kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Download (4MB) |
Abstract
Jakarta, sebagai ibu kota negara Indonesia, menghadapi berbagai tantangan
kompleks dalam pembangunan, termasuk kemacetan, polusi, dan kesenjangan
sosial. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan model kepemimpinan
Gubernur Anies Baswedan dan Penjabat (Pj) Gubernur Heru Budi Hartono dalam
menghadapi isu-isu tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan
kualitatif dengan analisis deskriptif komparatif, yang mencakup pengumpulan data
melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi.
Penelitian ini membahas perbandingan model komunikasi politik antara
Gubernur Anies Baswedan dan Pj. Gubernur Heru Budi dalam membangun Jakarta,
dengan fokus pada faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan model komunikasi
mereka. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua tokoh
tersebut, yang tercermin dalam pendekatan komunikasi yang mereka pilih. Anies
Baswedan cenderung menggunakan model komunikasi yang lebih terbuka,
partisipatif, dan bergantung pada media sosial untuk membangun citra politiknya,
sementara Heru Budi lebih memilih model komunikasi top-down yang terstruktur
dan berfokus pada implementasi kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah
pusat.
Faktor latar belakang politik, tujuan politik, serta hubungan dengan
pemerintah pusat memainkan peran penting dalam membentuk model komunikasi
politik kedua pemimpin tersebut. Melalui teori komunikasi politik Harold Lasswell
dan pendekatan struktural Gabriel Almond dan Sidney Verba, penelitian ini
mengaitkan perbedaan tersebut dengan karakteristik kepemimpinan Anies yang
lebih partisipatif dan Heru yang lebih otoritatif. Selain itu, teori kepemimpinan
politik Robert Elgie digunakan untuk menjelaskan bagaimana kedua model
komunikasi ini mencerminkan kepemimpinan yang lebih inklusif versus lebih
terpusat. Penelitian ini juga mengungkapkan dampak dari perbedaan komunikasi
politik tersebut terhadap hubungan keduanya dengan masyarakat, media, dan
pemangku kepentingan lainnya, serta pengaruhnya terhadap pembangunan Jakarta.
Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa model komunikasi politik
yang diterapkan oleh kedua pemimpin memiliki dampak signifikan terhadap citra
mereka dan efektivitas kebijakan yang diimplementasikan di Jakarta.
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
|---|---|
| Subjects: | J Political Science > JA Political science (General) |
| Divisions: | Skripsi > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Politik |
| Depositing User: | Users 30 not found. |
| Date Deposited: | 08 Jul 2025 07:16 |
| Last Modified: | 08 Jul 2025 07:16 |
| URI: | https://repository.unas.ac.id/id/eprint/13589 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
