REPRESENTASI BULLYING DALAM DRAMA KOREA SELATAN BEAUTIFUL WORLD (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES)

Sandhi, Kartika (2025) REPRESENTASI BULLYING DALAM DRAMA KOREA SELATAN BEAUTIFUL WORLD (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES). Bachelor thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (454kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (520kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (478kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (358kB)
[thumbnail of LAMPIRAN .pdf] Text
LAMPIRAN .pdf

Download (696kB)

Abstract

Representasi bullying dalam drama Korea memiliki ciri khas yang berbeda. Dalam drama
Korea, perundungan atau wang-ta merujuk pada kesepakatan seluruh kelas untuk
mengucilkan seorang siswa sebagai korban perundungan. Fenomena bullying yang terjadi
di masyarakat sering kali menjadi inspirasi untuk merepresentasikan fenomena bullying,
salah satu drama Korea Selatan Beautiful World. Oleh karena itu, penelitian ini memiliki
tujuan untuk mengetahui bagaimana representasi bullying dalam drama Beautiful World
berdasarkan makna denotasi, konotasi, dan mitos. Penelitian ini menggunakan metode
analisis teks media dan pendekatan kualitatif, kemudian dianalisis model semiotika
Roland Barthes. Hasil penelitian ini adalah representasi bullying antar pelajar dalam
drama Korea Beautiful World berdasarkan makna denotasi ditunjukkan bullying secara
fisik (Menendang perut, memukul, menabrak pundak, menginjak bahu, dan meninju),
verbal (memfitnah, mengejek, mengancam, membentak, sering memerintah, dan
memberikan julukan), psikologis (mengabaikan, menjauhi korban, menantap sinis,
menantap tajam, tindakan tidak menyenangkan), dan cyber (pesan jahat melalui media
sosial). Kemudian, secara konotasi tergambarkan dari ekspresi pelaku dan korban
bullying, meliputi sisi pelaku senang dan puas ketika korban menderita, sementara dari
sisi korban membuat takut, depresi, dan berujung pada jatuh dari atap gedung sekolah.
Mitosnya, bullying dianggap sebagai suatu hal yang harus diabaikan dan bak budaya yang
telah mengakar dari sejak zaman kerajaan.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Uncontrolled Keywords: Representasi, Bullying, Drama Korea Selatan, Beautiful World
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Skripsi > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Komunikasi
Depositing User: Delvy Aplirizani -
Date Deposited: 08 Jul 2025 03:32
Last Modified: 08 Jul 2025 03:32
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/13542

Actions (login required)

View Item View Item