ANALISIS KETERKAITAN ANTARPARAMETER CUACA DI JAKARTA UTARA DAN JAKARTA PUSAT BERDASARKAN PREDIKSI MENGGUNAKAN LSTM DAN GRU

Kurniawan, Faizal (2025) ANALISIS KETERKAITAN ANTARPARAMETER CUACA DI JAKARTA UTARA DAN JAKARTA PUSAT BERDASARKAN PREDIKSI MENGGUNAKAN LSTM DAN GRU. Bachelor thesis, Universitas Nasional.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (464kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (601kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (733kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf

Download (3MB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (365kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (805kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antarparameter cuaca, yaitu
suhu udara rata-rata (Tavg), kelembapan udara rata-rata (RH_avg), curah hujan
(RR), dan kecepatan angin rata-rata (ff_avg) di Jakarta Utara dan Jakarta Pusat,
serta untuk membandingkan kinerja model Long Short-Term Memory (LSTM) dan
Gated Recurrent Unit (GRU) dalam memprediksi parameter cuaca tersebut. Data
yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari Stasiun Meteorologi Maritim
Tanjung Priok Jakarta Utara dan Stasiun Meteorologi Kemayoran Jakarta Pusat
dengan rentang waktu Desember 2021 hingga Desember 2024. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa GRU lebih unggul di Jakarta Utara, dengan Test RMSE
sebesar 9,02, Test MSE sebesar 81,28, dan Test MAE sebesar 4,21 pada 75 epoch,
sementara LSTM di Jakarta Utara menghasilkan Test RMSE sebesar 10,02, Test
MSE sebesar 100,34, dan Test MAE sebesar 4,62 pada 50 epoch. Sebaliknya,
LSTM lebih unggul di Jakarta Pusat dengan Test RMSE sebesar 8,96, Test MSE
sebesar 80,22, dan Test MAE sebesar 4,65 pada 100 epoch, sedangkan GRU
menghasilkan Test RMSE sebesar 9,53, Test MSE sebesar 90,78, dan Test MAE
sebesar 4,85 pada 75 epoch. GRU menunjukkan kemampuan lebih baik dalam
menangkap fluktuasi dan nilai ekstrem pada parameter curah hujan dan kecepatan
angin, sementara LSTM lebih unggul dalam prediksi langsung, terutama dalam
menangkap hubungan antarparameter seperti suhu dan kelembapan yang
memengaruhi curah hujan. Penelitian ini memberikan wawasan tentang pemilihan
model prediksi cuaca yang tepat bergantung pada konteks dan prioritas
penggunaan, apakah lebih mengutamakan akurasi prediksi langsung atau
kemampuan menangkap fluktuasi ekstrem.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: L Education > L Education (General)
T Technology > TH Building construction
Divisions: Skripsi > Fakultas Teknologi Komunikasi dan Informatika
Depositing User: Users 30 not found.
Date Deposited: 02 Jul 2025 03:34
Last Modified: 02 Jul 2025 03:34
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/13243

Actions (login required)

View Item View Item