Analisis Pertimbangan Hakim Dalam Menjatuhkan Sanksi Pidana (Uqubat) Terhadap Anak Pelaku Kejahatan (Jarimah) Perkosaan (Studi Putusan Perkara Nomor.1/Jn.Anak/2021/Ms.Jth)

Olii, Muhammad Thariq Kautsar (2025) Analisis Pertimbangan Hakim Dalam Menjatuhkan Sanksi Pidana (Uqubat) Terhadap Anak Pelaku Kejahatan (Jarimah) Perkosaan (Studi Putusan Perkara Nomor.1/Jn.Anak/2021/Ms.Jth). Bachelor thesis, UNIVERSITAS NASIONAL.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (432kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (421kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (242kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf

Download (445kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (226kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (1MB)

Abstract

Perlindungan terhadap anak dalam sistem hukum
Indonesia menjadi isu penting, terutama dalam konteks kejahatan seksual yang
melibatkan anak sebagai pelaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
pertimbangan hakim dalam menjatuhkan sanksi pidana (Uqubat) terhadap anak
pelaku Jarimah Perkosaan, dengan studi Perkara Putusan Nomor
1/JN.Anak/2021/MS.Jth di Mahkamah Syar’iyah Jantho. Kajian ini
menggunakan pendekatan normatif-empiris dengan menelaah regulasi yang
relevan, seperti Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat dan
Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak
(SPPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam Perkara ini, hakim
mempertimbangkan aspek perlindungan anak dalam hukum pidana nasional dan
hukum jinayat. Putusan yang dijatuhkan berupa Uqubat ta’zir berupa pembinaan
selama 20 bulan di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Sosial Aceh,
dengan mempertimbangkan usia pelaku, dampak psikologis, serta asas keadilan
bagi korban dan masyarakat. Namun, terdapat perbedaan dalam penerapan
hukum antara sistem peradilan pidana anak secara nasional dengan sistem
hukum jinayat di Aceh, di mana hukum jinayat cenderung mengedepankan
sanksi berbasis syariat. Penelitian ini merekomendasikan perlunya sinkronisasi
hukum antara sistem hukum pidana nasional dan hukum jinayat terkait perlakuan
terhadap anak pelaku kejahatan. Selain itu, pendekatan keadilan restoratif harus
lebih diperkuat dalam penyelesaian Perkara yang melibatkan anak agar tujuan
rehabilitasi dan reintegrasi sosial dapat lebih optimal.
Kata Kunci: Sanksi pidana, anak pelaku kejahatan, hukum jinayat, Perkosaan,
pertimbangan hakim.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: J Political Science > JC Political theory
K Law > K Law (General)
Divisions: Skripsi > Fakultas Hukum > Program Studi Ilmu Hukum
Depositing User: Users 30 not found.
Date Deposited: 01 Jul 2025 07:08
Last Modified: 18 Jul 2025 02:59
URI: https://repository.unas.ac.id/id/eprint/13219

Actions (login required)

View Item View Item